Pembangunan jaringan nasional internet berkecepatan tinggi (broadband) yang disebut fibre-to-the node (FTTN) itu, menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong Australia menjadi bagian dari abad ke-21, katanya dalam pernyataan persnya, Jumat.
“Bagi dua persen penduduk Australia sisanya, mereka akan menerima layanan standar yang sedapat mungkin mendekati apa yang ditawarkan jaringan baru itu serta mendapat pelayanan melalui teknologi satelit, gelombang mikro, dan nirkabel terbaik,” katanya.
Pemerintah, kata Senator Conroy, menerapkan proses yang terbuka dan transparan dalam menentukan pihak yang akan membangun jaringan yang diharapkan sudah selesai akhir Juni 2008.
Australia tercatat sebagai salah satu negara di kawasan Asia Pasifik yang telah lama memasyarakatkan pemakaian jaringan internet berkecepatan tinggi (broadband).
Setidaknya ada 10 perusahaan jasa penyedia layanan broadband di negara benua berpenduduk sekitar 21 juta jiwa itu, yakni Bigpond, Optus, Internode, 3 Mobile, Unwired, People Telecom, Westnet, Dodo, Simpliciti, dan Netspace.
(Antara)
DIarsipkan di bawah: Sains dan Teknologi