<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sumber Belajar Online &#187; Kesenian</title>
	<atom:link href="http://sumberbelajar.wordpress.com/category/kesenian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sumberbelajar.wordpress.com</link>
	<description>Hanya sebuah blog sederhana sebagai media belajar online.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jan 2008 02:40:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='sumberbelajar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8359937241e8a8244a23295b30aed958?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sumber Belajar Online &#187; Kesenian</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sumberbelajar.wordpress.com/osd.xml" title="Sumber Belajar Online" />
		<item>
		<title>Kejujuran Jadikan Engkos Hidup Bahagia</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/14/kejujuran-jadikan-engkos-hidup-bahagia/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/14/kejujuran-jadikan-engkos-hidup-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 03:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Figur]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/14/kejujuran-jadikan-engkos-hidup-bahagia/</guid>
		<description><![CDATA[Kejujuran selama mengabdikan diri kepada negara untuk memberikan jasa layanan kepada masyarakat, menjadikan Engkos hidup bahagia meski dijalaninya dengan kondisi sangat sederhana.
Lelaki berusia 90 tahun itu, mengaku mulai pensiun dari pegawai Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada 1973 ketika berusia 56 tahun, yang hingga kini hidup hanya dengan gaji pensiunannya setiap bulan Rp800 ribu.

Sempat memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=111&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Kejujuran selama mengabdikan diri kepada negara untuk memberikan jasa layanan kepada masyarakat, menjadikan Engkos hidup bahagia meski dijalaninya dengan kondisi sangat sederhana.</p>
<p>Lelaki berusia 90 tahun itu, mengaku mulai pensiun dari pegawai Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada 1973 ketika berusia 56 tahun, yang hingga kini hidup hanya dengan gaji pensiunannya setiap bulan Rp800 ribu.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />Sempat memiliki rumah sederhana di kampung, namun terpaksa dijual untuk modal usaha empat anaknya di Bandung, sehingga terpaksa kembali mendiami rumah dinas berbentuk bedeng di depan Stasiun KA Kadungora, katanya kemarin.</p>
<p>Rumah kusam yang ditempati tersebut, berukuran sekitar 12 m2 merupakan salah-satu bagian bangunan bedeng, yang dikontraknya dari pegawai aktif sebesar Rp200 ribu setiap tahun.</p>
<p>Dia menyebutkan, pegawai Kereta Api (KA) sekarang jauh lebih sejahtera dibandingkan ketika Engkos menjalani pekerjaan teknisi yang mengikuti setiap perjalanan KA kemanapun.</p>
<p>Meski pada 1961 mulai beroperasi lokomotif Diesel, namun kerap diguyur hujan melakukan perbaikan kerusakan rem di bawah kolong KA yang mogok diatas jembatan.</p>
<p>Bahkan perjalanan KA sering terganggu sergapan pasukan DI/TII, sehingga terpaksa berhenti selama beberapa jam sambil menunggu anggota Mobil Brigade (MOBRIG), yang sekarang bernama BRIMOB melakukan perlawanan.</p>
<p>Malahan rumah bedeng di depan Stasiun Kelas III Kadungora itupun bekas asrama MOBRIG, yang kerap melakukan pengawalan perjalanan KA dari depan dengan kendaraan panser, katanya.</p>
<p>Kondisi tersebut diperparah sering mogoknya KA diperjalanan, mengakibatkan waktu tempuh Surabaya &#8211; Jakarta tidak bisa secepat sekarang, malahan acap berlangsung hingga mencapai 24 jam lebih.</p>
<p>Selama menjadi pegawai-pun, yang terpikirkan hanya berkerja dan terus bekerja tanpa memiliki keberanian untuk macam- macam menelikung uang dinas, ujar Engkos dengan tutur katanya yang terbata-bata.</p>
<p>Dia mengaku takut ketahuan kemudian dipecat dari pegawai, sehingga keluarganya tidak bisa diberi makan sedangkan rekannya yang lain selain sering mangkir kerja juga bekerja sambil berbisnis macam-macam.</p>
<p>Maka dirinyapun tidak heran, jika rekannya dahulu selain kini umumnya memiliki rumah &#8220;gedong&#8221; (permanen) juga banyak yang bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/13/kejujuran-jadikan-engkos-hidup-bahagia//" target="_blank">Antara</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/111/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/111/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=111&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/14/kejujuran-jadikan-engkos-hidup-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Butet; The Good Person of Bantul</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/12/butet-the-good-person-of-bantul/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/12/butet-the-good-person-of-bantul/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 03:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Figur]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/12/butet-the-good-person-of-bantul/</guid>
		<description><![CDATA[Catatan N. Riantiarno *Butet Kartaredjasa, siapa tak kenal? Setiap kali kritikus teater membahas monodrama atau teater monolog, rasanya kurang afdol jika tidak memperbincangan Butet. Begitu pula sebaliknya. Nama Butet nyaris identik dengan perkembangan monodrama di Indonesia. Tapi, sesungguhnya, Butet tak hanya aktor monodrama. Dia aktor. Jiwa raga. Keseluruhan.
Mulanya dia bermain drama bersama kelompok Teater Gandrik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=103&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Catatan N. Riantiarno *<br />Butet Kartaredjasa, siapa tak kenal? Setiap kali kritikus teater membahas monodrama atau teater monolog, rasanya kurang afdol jika tidak memperbincangan Butet. Begitu pula sebaliknya. Nama Butet nyaris identik dengan perkembangan monodrama di Indonesia. Tapi, sesungguhnya, Butet tak hanya aktor monodrama. Dia aktor. Jiwa raga. Keseluruhan.</p>
<p>Mulanya dia bermain drama bersama kelompok Teater Gandrik, Jogjakarta. Lalu, bertahun kemudian, bersama adik kandungnya &#8211;Djaduk Ferianto, pemusik penuh bakat dan serbabisa itu&#8211; Butet semakin lebih sering bergiat di Jakarta. Dia bermain sinetron dan film layar lebar, ngamen monolog di banyak tempat, dan sering terlibat pementasan dengan kelompok teater Jakarta. Malah, jadi bintang iklan! Dia juga membidani lahirnya tayangan acara televisi bertajuk 76 Detik.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />Butet sering berhasil menghidupkan suasana adegan dari setiap pentas drama yang dilakoninya. Senantiasa berusaha sekuat daya mencipta keunikan dan keajaiban seni peran. Tapi dalam perkara mengocok perut, Butet ahlinya. Dia menghibur, sekaligus mengajak berpikir. Memprovokasi agar audiens ikut memikirkan sesuatu. Banyak pihak yang terusik, gelisah, karena &#8211;meski sudah ikut memikirkan&#8211; tetap tak ada jalan keluar. Monoril di Jakarta, misalnya, yang hingga kini masih berupa tiang-tiang, dan busway yang bikin macet. Atau banjir. Atau korupsi yang kian membudaya dan menular secara topdown. Ada jalan keluarnya? Tapi, sementara mereka yang terusik seakan duduk di atas bara api, Butet sih santai melahap sate klatak di Bantul, atau mangut lele di dekat kampus ISI Jogja. Atau, dia sudah terlibat kegiatan lain, baik di Indonesia maupun di luar negeri.</p>
<p>Jarang yang tahu, selain sebagai aktor, dia juga punya keahlian langka. Salah satunya, dalam perkara kuliner. Dia tahu warung-warung mana saja di Jogja yang legendaris, punya sejarah, dan tentu rasa masakannya maknyos. Setiap kali singgah di sebuah kota atau daerah, perburuan yang pertama kali dilakukan adalah mendata warung atau restoran. Dia punya buku kecil. Di buku itulah dia mencatat warung dan restoran yang pantas didatangi, dites keampuhan rasa masakannya. Dan, bilamana lulus uji coba, pantas didatangi kembali. Lidahnya sangat cerdas.</p>
<p>Kadang saya merasa, bisa jadi bakat besar Butet sebagai aktor punya hubungan erat dengan lidah cerdasnya itu. Bukankah mampu membedakan makanan enak dan tidak enak, bersumber dari kekuatan rasa? Memiliki kemampuan &#8220;memilah rasa&#8221;, antara lain, bisa menjadi modal bermanfaat bagi seorang calon aktor. Jika seorang calon aktor hanya punya dua kriteria dalam merasakan jenis masakan, yakni; &#8220;sangat enak&#8221; dan &#8220;enak&#8221; saja, maka kekuatan rasa yang berhubungan dengan kemampuan &#8220;memilah dan membedakan&#8221;, mungkin cenderung tumpul. Lalu bagaimana dia mampu membedah karakterisasi peran, yang jauh lebih kompleks?</p>
<p>Tentu saja, analisis saya baru asumsi. Sama sekali tidak ilmiah. Belum diriset secara detil. Keaktoran Butet, lebih bersumber pada, pertama; bakat besar yang memang sudah dimilikinya sejak lahir. Sebuah given dari langit. Kedua; lingkungan yang sangat mendukung. Ayahnya, Bagong Kussudiardja, adalah seniman besar. Selain koreografer dan penari andal, Bagong juga pelukis. Paman dan kakak-kakak Butet, penari dan koreografer juga. Padepokan-seni, warisan sang Ayah, kini Butet yang melanjutkan gerak hidupnya. Setiap hari, Butet menghirup suasana berkesenian. Dan sejak kecil, Butet hidup dalam dua lingkungan suasana yang sangat mempengaruhi gerak kreatifnya; seni tradisional dan kontemporer. Akar kesenian Butet adalah tradisional, tapi gerak perkembangan kreatifnya, terutama pemikiran serta keterlibatan emosi dan imaji, mengacu ke arah kawasan yang kontemporer. Dia bergaul akrab dengan pemikiran-pemikiran masa kini yang aktual. Menafsirnya secara kreatif dan bebas. Hasil tafsirnya muncul dalam setiap pentas yang dia gelar. Ketiga; pengalamannya yang segudang, baik pengalaman batin maupun kegiatan praktis.</p>
<p>Ada satu lagi yang membikin gerak-kreatif Butet selalu aktual. Silaturahmi yang kuat. Dia mudah bergaul dengan siapa saja. Akrab berbincang tanpa memilah status maupun usia. Tentu dia menyerap semua itu. Saya yakin, agar bisa maju dan berkembang, seorang aktor harus senantiasa memperkaya daya kepekaannya lewat berbagai hal dan cara. Dia harus banyak mendengar, melihat, menyerap, merasakan, membaca, menonton, mengamati, menafsir, dan memaknai, apa saja. Itulah inti dari kreativitas. Pergaulan lewat silaturahmi, bisa menjadi salah satu pintu. Dan Butet, seakan tak pernah kehabisan tenaga untuk bersilaturahmi.</p>
<p>Dalam sehari semalam, misalnya, pagi dia sarapan dengan seseorang, untuk membahas perkara bisnis, atau sekadar bertemu. Lalu shooting. Lari sejenak untuk makan siang dengan pengusaha, shooting lagi. Malamnya latihan drama. Dan, tengah malam, usai latihan drama, masih juga menyempatkan diri bertemu produser untuk membahas perkara kontrak, misalnya. Dan hal itu bisa dia lakukan 7 hari dalam seminggu! Stamina Butet luar biasa.</p>
<p>Komitmen juga imej utama, yang akhirnya membikin Butet menjadi aktor yang patut diperhitungkan. Jika sudah komit, Butet tak akan ingkar janji. Itu sejauh yang saya tahu. Saya sering bekerja sama dengan Butet. Baik dalam sinetron, film, drama, animasi, dan banyak lagi. Dan saya tak pernah kecewa. Dia selalu berupaya memberikan yang terbaik, seringkali tanpa berhitung. Sikap kreatifnya kadang sangat mengharukan. Tapi itulah Butet. Dia menganggap, apa yang diberikan memang sudah sepatutnya diberikan. Rasa tulus menyebabkan andilnya menjadi plus-point yang bermakna.</p>
<p>Bagi saya, Butet mungkin The Good Person of Bantul. Orang seperti Butet, saya yakin, mudah maju. Jalannya selalu dilapangkan. Insya Allah. Karena dia juga sering melapangkan jalan orang lain. Butet bukan sekedar aktor. Dia budayawan. Manusia. Manusia baik. Andai kita memiliki banyak Butet, mungkin suasana kesenian kita lebih meriah. Kocak berotak. Dan asyik deh. (*)<br />*) Nano Riantiarno, sutradara Teater Koma Jakarta<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&amp;id=316313/" target="_blank">IndoPos</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/103/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/103/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=103&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/12/butet-the-good-person-of-bantul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peter Carey Tulis Sejarah Pangeran Diponegor</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/12/peter-carey-tulis-sejarah-pangeran-diponegor/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/12/peter-carey-tulis-sejarah-pangeran-diponegor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 02:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/12/peter-carey-tulis-sejarah-pangeran-diponegor/</guid>
		<description><![CDATA[Sejarawan terkemuka Inggris Peter Carey menilai Pangeran Diponegoro merupakan sosok pahlawan nasional Indonesia yang unik.
Ia adalah penganut kebatinan seperti kebanyakan orang Jawa waktu itu, tapi sekaligus juga seorang muslim yang saleh. Sejarah juga mencatatnya sebagai seorang pemimpin perang sabil yang gigih melawan Belanda pada 1825-1830.

Sosok unik Pangeran Diponegoro itulah yang membuat Peter Carey menulisnya dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=97&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Sejarawan terkemuka Inggris Peter Carey menilai Pangeran Diponegoro merupakan sosok pahlawan nasional Indonesia yang unik.</p>
<p>Ia adalah penganut kebatinan seperti kebanyakan orang Jawa waktu itu, tapi sekaligus juga seorang muslim yang saleh. Sejarah juga mencatatnya sebagai seorang pemimpin perang sabil yang gigih melawan Belanda pada 1825-1830.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />Sosok unik Pangeran Diponegoro itulah yang membuat Peter Carey menulisnya dalam sebuah buku berjudul &#8220;The Power of Prophecy Prince Dipanagara and The End of An Old Older in Java 1785-1855,&#8221; yang diterbitkan KITLV Press, Leiden, Belanda.</p>
<p>Buku biografi Pangeran Diponegoro itu akan diluncurkan Carey pada tanggal 19 Desember mendatang.</p>
<p>&#8220;Selain memiliki pribadi unik, Pangeran Diponegoro (1785-1855) dikenal sebagai ahli strategi yang ulung dalam sejarah Indonesia,&#8221; ujar Peter Carey dalam ceramahnya dihadapan anggota Perhimpunan Indonesia-Inggris (Anglo Indonesia Society) bertempat di ruang Crutacala KBRI London, Senin malam.</p>
<p>Dalam ceramahnya yang berjudul &#8220;Prince Dipanagara, Islam and the Challenge of the West,&#8221; Peter Carey menilai meskipun nama Pangeran Diponegoro sangat terkenal di Indonesia, namun hingga kini belum ada studi mengenai sejarah hidup secara menyeluruh pangeran yang dilahir di Kraton Yogyakarta 11 November 1785, dengan nama kecil Bandoro Raden Mas Ontowiryo.</p>
<p>Pengajar sejarah di Trinity Collage Oxford kepada ANTARA News mengakui bahwa ia merasa memiliki hubungan batin dengan Pangeran Diponegoro, saat pertama berkunjung ke Yogyakarta pada 1971. Saat mengenali sosok Diponegoro, ia langsung tertarik untuk menulis sejarah putra sulung Raden Ayu Mangkorowati (putri Bupati Pacitan) selir dari Sri Sultan Hamengku Buwono III (HB III).</p>
<p>Peter Carey yang pernah melakukan penelitihan Babad Diponegoro versi Keraton Surakarta mengambarkan Pangeran Diponegoro menyiapkan dirinya menjadi pemimpin perang di Jawa dan menyebut dirinya sebagai Ratu Adil.</p>
<p>Sebelumnya Peter Carey yang memiliki istri wanita Indonesia Lina Carey juga menulis buku yang berjudul &#8220;The British in Java, 1811-1816: A Javanese Account&#8221;, terbitan Oxford, 1992, buku tentang Timor Timur &#8220;East Timor at the Crossroads: The Forging of a Nation&#8221; (London, 1995).</p>
<p>Peter Carey juga pernah melakukan penelitian masalah pendudukan Indonesia di Timor Timur (1975-1999).</p>
<p>Bahkan ia juga pernah menulis buku yang berjudul &#8220;Asal Usul Perang Jawa&#8221;, &#8220;Pemberontakan Sepoy &amp; Lukisan Raden Saleh&#8221; (2004). Carey melihat adanya hubungan yang erat antara Raden Saleh dengan sang pangeran yang dilukisnya ketika Pangeran Diponegoro ditangkap di Magelang. (*)<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/11/peter-carey-tulis-sejarah-pangeran-diponegor/" target="_blank">Antara</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=97&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/12/peter-carey-tulis-sejarah-pangeran-diponegor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketoprak Humor Siap Melakukan &quot;Revolusi&quot;</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/ketoprak-humor-siap-melakukan-revolusi/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/ketoprak-humor-siap-melakukan-revolusi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 03:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/ketoprak-humor-siap-melakukan-revolusi/</guid>
		<description><![CDATA[Pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa penting dilakukan agar tidak lenyap ditelan zaman.
&#8220;Dari semangat itu, Yayasan Samiadji bertekad melakukan `revolusi`, yakni mengembangkan serta mengemas ketoprak humor sebagai seni tradisional komedi, dengan menambah unsur pop serta modern,&#8221; kata Nurbuat, salah seorang anggota pengurus Samiadji di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, upaya mengembangkan ketoprak humor sudah dilakukan sejak lama, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=66&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa penting dilakukan agar tidak lenyap ditelan zaman.</p>
<p>&#8220;Dari semangat itu, Yayasan Samiadji bertekad melakukan `revolusi`, yakni mengembangkan serta mengemas ketoprak humor sebagai seni tradisional komedi, dengan menambah unsur pop serta modern,&#8221; kata Nurbuat, salah seorang anggota pengurus Samiadji di Jakarta, Rabu.</p>
<p>Menurut dia, upaya mengembangkan ketoprak humor sudah dilakukan sejak lama, dan sekarang akan lebih digalakkan.</p>
</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />Selain pemain dari Samiadji sendiri, seperti Tukul, Tarzan, Timbul, Rohana, Eko, Kadir dan Doyok, pada episode terbaru ketoprak humor yang ditayangkan setiap Minggu dari pukul 23.00 hingga pukul 01.0 WIB juga akan tampil sejumlah bintang tamu dari kalangan artis, di antaranya Pretty Asmara, Ayu Soraya, Dede Yusuf, Desy Ratnasari, Adam Jordan, Adjie Pangestu, Donny Kusuma dan Dicky Chandra.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Utama Samiadji, Agoes Soeparto mengatakan ketoprak humor akan tampil dengan tema yang beragam, bahkan mengangkat cerita dari berbagai daerah di Nusantara.</p>
<p>&#8220;Kebetulan saya juga Ketua Umum Forum Seni Tradisional Indonesia, sehingga banyak teman-teman dari luar Pulau Jawa yang minta agar cerita khas daerahnya diangkat dalam pementasan ketoprak humor,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menyebutkan ketoprak humor pernah mengangkat cerita dari Bali, Makassar dan Aceh.</p>
<p>&#8220;Nanti ada rakornas, dan saya akan melakukan pendekatan dengan teman-teman dari berbagai daerah. Ketoprak Humor sangat fleksibel dan bisa mengemas cerita dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa,&#8221; katanya.<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="/" target="_blank">Sumber</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=66&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/ketoprak-humor-siap-melakukan-revolusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaysia Hentikan Semua Acara Kesenian Asal Indonesia</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/malaysia-hentikan-semua-acara-kesenian-asal-indonesia/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/malaysia-hentikan-semua-acara-kesenian-asal-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 03:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/malaysia-hentikan-semua-acara-kesenian-asal-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Kementerian Pelancongan Malaysia minta semua promosi pariwisata yang menampilkan kebudayaan yang berasal dari Indonesia, seperti tarian Barongan dan Endang, dihentikan menyusul kontroversi oleh para aktivis kebudayaan Indonesia.
Menteri Pelancongan Malaysia, Adnan Tengku Mansor, mengatakan langkah itu diambil guna meredakan kontroversi, sambil menantikan pembahasan atau perundingan yang akan dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=65&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Kementerian Pelancongan Malaysia minta semua promosi pariwisata yang menampilkan kebudayaan yang berasal dari Indonesia, seperti tarian Barongan dan Endang, dihentikan menyusul kontroversi oleh para aktivis kebudayaan Indonesia.</p>
<p>Menteri Pelancongan Malaysia, Adnan Tengku Mansor, mengatakan langkah itu diambil guna meredakan kontroversi, sambil menantikan pembahasan atau perundingan yang akan dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, demikian harian Utusan Malaysia, Selasa.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />&#8220;Tarian Barongan memang ada di Johor. Kalau lihat sejarah nenek moyang kita menjelajah dari satu pulau ke pulau dengan membawa budaya dan cara hidup seperti tarian tradisional dari Indonesia yang kini menjadi bagian seni budaya Malaysia,&#8221; kata Adnan.</p>
<p>Zaman dulu mana ada batas antara Malaysia dan Indonesia, mana ada paspor dan tidak ada sistem imigrasi,&#8221; katanya kepada para wartawan.</p>
<p>Ia mengatakan pula, ketika delegasi Malaysia mempersembahkan tarian Endang di Osaka, Jepang, Departemen Luar Negeri dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI mengirim surat protes yang berisi mengingatkan bahwa tarian tersebut berasal dari Indonesia.</p>
<p>Kementerian Pelancongan dan Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia sudah mengatakan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini.</p>
<p>Selain itu, Utusan Malaysia juga membuat karikatur percakapan dua laki- laki, &#8220;Barongan, tarian Endang dalam promosi pelancongan dihenti,&#8221; &#8220;Tempe masih bisa dimakan&#8221;.</p>
<p>Sementara Berita Harian menurunkan berita bahwa Kementerian Pelancongan dan Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan akan duduk satu meja dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI untuk membahas kontroversi kesenian dan kebudayaan Indonesia-Malaysia.</p>
<p>Ketika Jero Wacik dan Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Rais Yatim bertemu, Sabtu (10/11) di Kuala Lumpur, ia mengatakan kepada ANTARA, &#8220;Indonesia dan Malaysia itu satu rumpun. Kebudayaan dan kesenian relatif sama. Tidak masalah kesenian Indonesia dipentaskan Malaysia dalam forum internasional, tetapi harus jujur dikemukakan bahwa asalnya dari Indonesia&#8221;.<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/4/malaysia-hentikan-semua-acara-kesenian-asal-indonesia/" target="_blank">Sumber</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=65&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/malaysia-hentikan-semua-acara-kesenian-asal-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seniman Reog Malaysia Menolak Klaim Reog Milik Malaysia</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/seniman-reog-malaysia-menolak-klaim-reog-milik-malaysia/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/seniman-reog-malaysia-menolak-klaim-reog-milik-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 02:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/seniman-reog-malaysia-menolak-klaim-reog-milik-malaysia/</guid>
		<description><![CDATA[Para seniman Reog Ponorogo di Batu Pahat, Johor Bahru, juga tidak setuju jika keseniannya diakui sebagai milik Malaysia, karena memang kesenian asalnya dari Ponorogo, Jawa Timur, senimannya pun merupakan keturunan Ponorogo yang sudah jadi warga negara Malaysia.

&#8220;Kesenian Reog ini memang berkembang di Malaysia. Kami pun sangat senang dapat mempertahankan dan mengembangkan kesenian Reog. Tapi kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=64&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Para seniman Reog Ponorogo di Batu Pahat, Johor Bahru, juga tidak setuju jika keseniannya diakui sebagai milik Malaysia, karena memang kesenian asalnya dari Ponorogo, Jawa Timur, senimannya pun merupakan keturunan Ponorogo yang sudah jadi warga negara Malaysia.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />&#8220;Kesenian Reog ini memang berkembang di Malaysia. Kami pun sangat senang dapat mempertahankan dan mengembangkan kesenian Reog. Tapi kami tidak setuju jika diklaim sebagai kesenian Malaysia, karena asalnya memang dari Ponorogo,&#8221; kata Ketua Sanggar Tari Sri Wahyuni, Mohd Marzi, kepada ANTARA di Batu Pahat, Rabu.</p>
<p>&#8220;Saya generasi kedua keturunan warga asal Ponorogo, para seniman kami semua keturunan masyarakat Jawa Ponorogo, sebagian TKI asal Ponorogo. Sebagian besar alat-alat kesenian, kami beli langsung dari Jawa. Jadi memang ini kesenian Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia,&#8221; katanya menegaskan.</p>
<p>Ia pun menyesalkan sikap media massa Malaysia yang terlalu dikontrol kerajaan Malaysia menanamkan pengertian kepada rakyat Malaysia seolah-olah rakyat Indonesia, khususnya masyarakat dan seniman Ponorogo, melarang kesenian Reog Ponorogo dipentaskan di Malaysia atau ke pentas internasional.</p>
<p>&#8220;Kami paham yang diinginkan masyarakat Indonesia. Mereka senang kesenian reog Ponorogo berkembang di Malaysia, tapi harus diakui dan dikatakan ini kesenian asal Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia. Itu saja. Mereka sama sekali tidak membatasi atau melarang,&#8221; katanya menambahkan.</p>
<p>Persoalannya memang menjadi rumit jika sudah dicampuri oleh urusan politik, katanya.</p>
<p>Mohd Marzi bersama dengan Sanggar Tari Sri Wahyuni akan terus mempertahankan kesenian reog Ponorogo di Malaysia, karena rakyat Indonesia-Malaysia memang satu rumpun dan tidak peduli dengan kontroversi yang muncul, karena masyarakat Ponorogo, Jawa Timur, dan rakyat Indonesia tidak pernah melarang keseniannya berkembang di mana pun di dunia ini.<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/5/seniman-reog-malaysia-menolak-klaim-reog-milik-malaysia/" target="_blank">Sumber</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=64&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/seniman-reog-malaysia-menolak-klaim-reog-milik-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&quot;Ibunda&quot; Awali pekan Film Indonesia di Praha</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/05/ibunda-awali-pekan-film-indonesia-di-praha/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/05/ibunda-awali-pekan-film-indonesia-di-praha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 03:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/05/ibunda-awali-pekan-film-indonesia-di-praha/</guid>
		<description><![CDATA[Film &#8220;Ibunda&#8221; karya Teguh Karya yang meraih sembilan Piala Citra di Festival Film Indonesia 1986 dipilih menjadi pembuka pekan Film Indonesia, yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Praha bekerjasama dengan Czech National Film Archive di Cinema Ponrepo, Bartolomejska, Praha, 3-11 Desember 2007.
Pekan film dibuka pejabat dari Kementerian Kebudayaan Ceko, Helena Frankova, itu mendapat sambutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=60&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Film &#8220;Ibunda&#8221; karya Teguh Karya yang meraih sembilan Piala Citra di Festival Film Indonesia 1986 dipilih menjadi pembuka pekan Film Indonesia, yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Praha bekerjasama dengan Czech National Film Archive di Cinema Ponrepo, Bartolomejska, Praha, 3-11 Desember 2007.</p>
<p>Pekan film dibuka pejabat dari Kementerian Kebudayaan Ceko, Helena Frankova, itu mendapat sambutan tidak saja dari masyarakat Indonesia yang berada di Praha, tetapi juga warga Ceko, termasuk mantan Duta Besar Ceko untuk Indonesia, Jaroslav Olsa, dan Zorica Dubovska, seorang pakar tentang Indonesia, serta dari kedutaan besar negara sahabat, seperti Mongolia dan Filipina.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />Dalam pekan film tersebut, juga ditayangkan film &#8220;Cinta Dalam Sepotong Roti&#8221;, &#8220;Suci Sang Primadona&#8221;, &#8220;Pejuang&#8221; dan &#8220;Pagar Kawat Berduri&#8221;.</p>
<p>Seperti disampaikan oleh pembawa acara, Fryda Lucyana, dari Jakarta dan Tomas Petru dari Ceko, mantan penerima beasiswa Darmasiswa, film-film tersebut merupakan film pilihan yang mendapatkan berbagai penghargaan ditingkat nasional dan internasional.</p>
<p>Film Pejuang, misalnya, membuat Bambang Hermanto (kini almarhum) selaku peran utama mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik pada Festival Film Moskow pada 1961.</p>
<p>Direktur Arsip Nasional Film Ceko, Vladimir Opela, dalam pidato pembukaannya menyambut baik kerja sama dengan Indonesia dan mengharapkan kegiatan pemutaran film dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.</p>
<p>Sedangkan, Duta Besar RI untuk Ceko, Prof DR Salim Said, yang juga seorang kritikus film dan pengamat militer, mengatakan bahwa film Indonesia telah berkembang sejak lama, sayangnya Indonesia baru mempunyai sinematek pada tahun 1970-an sehingga sulit mendapatkan dokumentasi film-film lama tersebut.</p>
<p>Salim Said juga mengatakan bahwa pemutaran film merupakan sarana mempromosikan kebudayaan Indonesia sebagai langkah awal untuk memperingati 50 tahun perjanjian kebudayaan antara Indonesia dan Ceko yang akan dilakukan pada tahun 2008.</p>
<p>Sementara itu, Helena Frankova mengharapkan makin banyak film Indonesia yang dapat ditayangkan di Ceko pada tahun-tahun mendatang dan tidak lupa menyampaikan selamat kepada Indonesia yang berhasil menyelenggarakan pekan filmnya di Ceko.</p>
<p>Berbagai pendapat juga disampaikan oleh para penonton. Diantaranya dari mantan Dubes Ceko di Indonesia, Jaroslav Olsa, yang menghargai penyelenggaraan pekan film Indonesia di Praha dan dinilainya akan dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan Ceko.</p>
<p>Hal yang sama juga disampaikan oleh Dr. Kavalirek, seorang pengusaha Ceko yang menyatakan bahwa pemutaran film adalah sarana yang bagus untuk mempererat persahabatan kedua negara.</p>
<p>Sementara itu Sekretaris I Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, mengatakan, dalam rangka promosi Indonesia melalui film, KBRI Praha tidak saja bekerjasama dengan Arsip Nasional Film Ceko tetapi juga dengan Akademi Perfilman di Praha dan di Olomouc untuk memutar film Indonesia dan mengadakan seminar tentang perkembangan perfilman Indonesia di kedua tempat tersebut.</p>
<p>Dituturkan pula bahwa akademi film di Praha telah menawarkan beasiswa kepada mahasiswa perfilman dari Indonesia untuk mendalami cinematografi di Praha selama setahun, demikian Azis Nurwahyudi.<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/5/ibunda-awali-pekan-film-indonesia-di-praha/" target="_blank">Antara</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=60&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/05/ibunda-awali-pekan-film-indonesia-di-praha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Garin: &quot;Under the Tree&quot; Persoalkan Krisis Lingkungan Hidup</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/04/garin-under-the-tree-persoalkan-krisis-lingkungan-hidup/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/04/garin-under-the-tree-persoalkan-krisis-lingkungan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 02:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/04/garin-under-the-tree-persoalkan-krisis-lingkungan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar (ANTARA News) &#8211; Sutradara kenamaan, Garin Nugroho, menyatakan bahwa film terbarunya &#8220;Under The Tree&#8221; (di bawah pohon) yang kini digarap lebih banyak mempersoalkan tentang krisis lingkungan.
Selain itu, film layar perak dengan durasi 1,5 jam itu juga menyoroti krisis sosial yang kini dirasakan semakin meledak, kata Garin Nugroho di Denpasar, Senin.
Di sela-sela pemotongan tumpeng tanda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=54&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Denpasar (ANTARA News) &#8211; Sutradara kenamaan, Garin Nugroho, menyatakan bahwa film terbarunya &#8220;Under The Tree&#8221; (di bawah pohon) yang kini digarap lebih banyak mempersoalkan tentang krisis lingkungan.<span class="fullpost"></p>
<p>Selain itu, film layar perak dengan durasi 1,5 jam itu juga menyoroti krisis sosial yang kini dirasakan semakin meledak, kata Garin Nugroho di Denpasar, Senin.</p>
<p>Di sela-sela pemotongan tumpeng tanda dimulainya penggarapan film yang sebagian besar pengambilan gambarnya dilakukan di Pulau Dewata, Garin menyatakan keprihatinnya tentang semakin melebarnya krisis sosial dan lingkungan di masyarakat.</p>
<p>Menurut dia, krisis lingkungan terjadi setelah terlebih dahulu diawali dengan munculnya krisis sosial, yakni ketidakberdayaan masyarakat kebanyakan dalam bidang ekonomi.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak ada daya upaya, tentu perhatian mereka pada lingkungan. Ya&#8230;dirusaklah hutan untuk memenuhi kebutuhan,&#8221; ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.</p>
<p>Garin menyebutkan, di masa mendatang krisis model ini akan terus meluas jika tidak dilakukan upaya optimal untuk menanggulangi krisis sosial di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Penanggulangan krisis dan kerusakan lingkungan, harus dimulai dari pemecahan masalah sosial,&#8221; kata jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 1980 itu.</p>
<p>Memngingat itu, lanjut dia, masalah sosial dan lingkungan, menjadi begitu penting untuk digunjingkan dan dipersoalkan dalam film &#8220;Under The Tree&#8221;, yang pengambilan gambarnya direncanakan selama kurang lebih 20 hari di Pulau Dewata.</p>
<p>Ketika ditanya pers, apakah &#8220;Under The Tree&#8221; mendompleng isu yang tengah digeliatkan pada Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), Garin dengan tegas membantahkan.</p>
<p>&#8220;Barangkali PBB yang meniru ide saya, yang sesungguhnya sudah sejak dahulu kala saya ingin menyoroti berbagai hal yang menyangkut kerusakan lingkungan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>&#8220;Under The Tree&#8221; yang merupakan karya Garin yang ke-10, dalam penggarapannya melibatkan sejumlah artis ibukota, di samping ratusan seniman dan budayawan Bali.</p>
<p>Untuk pengambilan gambar film di Pulau Dewata, antara lain akan dilakukan di kawasan wisata Sanur, Tampak Siring, Karangasem dan perkampungan seniman Ubud.</p>
<p>&#8220;Pengambilan gambar film yang mengetengahkan sosok anak-anak dan perempuan Bali itu, membutuhkan waktu sekitar dua pekan, termasuk dengan menyelipkan adegan pentas magis &#8220;Calon Arang&#8221;, katanya.</p>
<p>Film ke-10 itu dikerjakan Garin setelah sutradara yang memulai karirnya lewat film &#8220;Cinta Dengan Sepotong Roti&#8221; 1991 itu, sukses besar lewat karyanya yang ke-9, &#8220;Opera Jawa&#8221;, yang mampu menembus kancah perfilman di sejumlah negara.<span style="font-size:78%;"> (<a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/3/garin-under-the-tree-persoalkan-krisis-lingkungan-hidup/" target="_blank">Copyright © 2007 ANTARA</a>)</span></div>
<p></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=54&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/04/garin-under-the-tree-persoalkan-krisis-lingkungan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dicontek Malaysia, Wisatawan Tetap Pilih yang Asli</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/27/dicontek-malaysia-wisatawan-tetap-pilih-yang-asli/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/27/dicontek-malaysia-wisatawan-tetap-pilih-yang-asli/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 07:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/27/dicontek-malaysia-wisatawan-tetap-pilih-yang-asli/</guid>
		<description><![CDATA[Pencontekan budaya asli Indonesia yang kerap dilakukan Malaysia tidak akan berdampak negatif bagi indsutri pariwisata Indonesia.
Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Ben Sukma Harahap, jumlah wisatawan domestik maupun asing yang datang ke berbagai daerah di Indonesia masih aman. Bahkan, pemerintah terus menaikkan jumlah target wisatawan yang datang ke berbagai obyek wisata.
Pada kesempatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=16&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Pencontekan budaya asli Indonesia yang kerap dilakukan Malaysia tidak akan berdampak negatif bagi indsutri pariwisata Indonesia.</p>
<p>Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Ben Sukma Harahap, jumlah wisatawan domestik maupun asing yang datang ke berbagai daerah di Indonesia masih aman. Bahkan, pemerintah terus menaikkan jumlah target wisatawan yang datang ke berbagai obyek wisata.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Ben juga mengungkapkan kegeramannya terhadap Malaysia. Dia menuturkan, selain kebudayaan Indonesia, banyak negara di Asia lainnya yang juga menjadi korban. Sebab, mereka berdalih  Malaysia menjual sektor pariwisata dengan tag line &#8216;Malaysia Truly Asia&#8217;.</p>
<p>&#8220;Malaysia itu tukang contek nomor satu di dunia. Mereka sangat pintar,&#8221; cetus Ben Sukma, usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (27/11/2007).</p>
<p>Menurut ben, karena tag line tersebut Malaysia pun mencampuradukkan budaya dari semua wilayah Asia.<br />&#8220;Kita hanya mau supaya tidak diakui budaya mereka. Kalau kita mau balas gampang saja, tinggal bilang saja budaya mereka punya kita,&#8221; katanya.</p>
<p>Jumlah wisatawan domestik pada 2007 sampai dengan September 2007 mencapai sekira 140 juta, sedangkan wisatawan asing sekira 3,8 juta. Ditargetkan, hingga akhir Desember jumlah wisatawan asing bisa mencapai 5,5 juta orang.</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=16&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/27/dicontek-malaysia-wisatawan-tetap-pilih-yang-asli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reog Malaysia Asli Buatan Indonesia</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/27/reog-malaysia-asli-buatan-indonesia/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/27/reog-malaysia-asli-buatan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 03:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/27/reog-malaysia-asli-buatan-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Ponorogo (ANTARA News) &#8211; Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Pemkab Ponorogo, Jawa Timur menyatakan gambar reog yang ditampilkan di website Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia adalah asli buatan perajin reog asli Ponorogo.
Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya, Pemkab Ponorogo, Gunardi, Kamis, di Ponorogo, mengatakan gambar reog Malaysia di website Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=15&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="justify">Ponorogo (ANTARA News) &#8211; Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Pemkab Ponorogo, Jawa Timur menyatakan gambar reog yang ditampilkan di website Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia adalah asli buatan perajin reog asli Ponorogo.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya, Pemkab Ponorogo, Gunardi, Kamis, di Ponorogo, mengatakan gambar reog Malaysia di website Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia dengan alamat situs <a href="http://www.heritage.gov.my/">http://www.heritage.gov.my/</a> itu terdapat banyak kemiripan dengan reog Ponorogo.</p>
<p>&#8220;Setelah saya telusuri ternyata gambar reog di website itu adalah asli buatan Pak Molok, perajin reog di Ponorogo,&#8221; katanya saat ditemui di Pemkab Magetan.</p>
<p>Menurut dia, dadak merak reog yang dibuat Molok berukuran panjang 2,25 meter, lebar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram, sedangkan yang membedakan antara reog buatan Molok dengan perajin reog lainya terletak pada kekhasan saat membuat dadak merak dengan motif dan ukiran khusus.</p>
<p>&#8220;Tapi jelasnya, yang lebih mengetahui kalau reog itu buatan Pak Molok ya para perajin reog itu sendiri,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, kata dia, para perajin reog juga pernah mengaku pernah mengirim dua unit reog ke pelanggannya yang ada di Malaysia beberapa tahun lalu.</p>
<p>Namun demikian, ia menjelaskan bahwa Pemerintahan Malaysia mempunyai program melindungi seni budaya baik yang berasal dari Malaysia maupun luar negaranya yang saat ini berkembang di Malaysia.</p>
<p>Adapun seni budaya yang dilindungi Pemerintahan Malaysia saat ini meliputi tarian tradisional Melayu, China, India, Sikh, etnis Sabah, dan etnis Serawak.</p>
<p>&#8220;Seni tari reog asal Ponorogo masuk dalam kategori seni tari Melayu yang juga dilindungi,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Gunardi, saat ini yang dipermasalahkan banyak orang yakni adanya gambar reog yang bertuliskan Malaysia. Selain itu, banyak cerita yang ditampilkan dalam tarian garongan mirip dengan cerita yang ada di tarian reog Ponorogo.(*)  Sumber : <a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/11/23/reog-malaysia-asli-buatan-indonesia/">Antara</a></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=15&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/27/reog-malaysia-asli-buatan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>