<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sumber Belajar Online &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://sumberbelajar.wordpress.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sumberbelajar.wordpress.com</link>
	<description>Hanya sebuah blog sederhana sebagai media belajar online.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jan 2008 02:40:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='sumberbelajar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8359937241e8a8244a23295b30aed958?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sumber Belajar Online &#187; Pendidikan</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sumberbelajar.wordpress.com/osd.xml" title="Sumber Belajar Online" />
		<item>
		<title>Komputer Sebagai Alat Bantu Pembelajaran</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2008/01/07/komputer-sebagai-alat-bantu-pembelajaran/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2008/01/07/komputer-sebagai-alat-bantu-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 03:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2008/01/07/komputer-sebagai-alat-bantu-pembelajaran/</guid>
		<description><![CDATA[Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran yang dibantu komputer dikenal dengan nama CAI yaitu “Computer Assited Instruction” . Prinsip pembelajaran ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=145&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.</p>
<p>Pembelajaran yang dibantu komputer dikenal dengan nama CAI yaitu “Computer Assited Instruction” . Prinsip pembelajaran ini menggunakan komputer sebagai alat bantu menyampaikan pelajaran kepada user secara interaktif. Perubahan metode pembelajaran dan pengajaran telah menyebabkan alat yang digunakan menjadi meluas, misalnya: video, audio, slide dan film.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />CAI yaitu penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.</p>
<p>Jadi CAI adalah penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam dunia pendidikan dan pengajaran. CAI membantu siswa memahami suatu materi dan dapat mengulang materi tersebut berulang kali sampai ia menguasai materi itu.</p>
<p>Penggunaan Komputer dalam Kegiatan Pembelajaran</p>
<p>Untuk Tujuan Kognitif<br />Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan.</p>
<p>Untuk Tujuan Psikomotor<br />Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games &amp; simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.</p>
<p>Untuk Tujuan Afektif<br />Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan klip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer.</p>
<p>Keistimewaan pemakaian komputer dalam proses pembelajaran (Muhamad Ikhsan, 2006) :</p>
<p>1. Komputer bisa mengajar secara individual (individualisasi dalam proses pembelajaran) kecepatan bisa sesuaikan dengan kemampuan siswa, metode/strategi belajar yang lebih tepat, penyesuaian isi materi dan tingkat kesukaran.</p>
<p>2. Bisa digunakan kapan saja (tidak terbatas waktu) dan bisa digunakan dimana saja (tidak terbatas ruang).</p>
<p>3. Hilangkan rasa malu takut.</p>
<p>Adapun bentuk-bentuk penerapan aplikasi CAI (Computer Assisted Instruction) dalam pembelajaran sebagai berikut (Heinich,et:al, 1996):</p>
<p>1.) Drill &amp; Practice<br />Tujuan<br />Setelah menjalankan program Drill &amp; Practice ini siswa akan lebih terampil, cepat, dan tepat dalam melakukan suatu keterampilan. Misalnya keterampilan mengetik, atau menjawab soal hitungan.</p>
<p>Isi<br />Disini siswa dianggap sudah mengetahui teori yg mendasari keterampilan itu serta mengetahui cara/prosedur mengerjakannya. Jadi dalam Drill &amp;<br />Practice tidak ada bagian penjelasan, yang ada hanya sejumlah soal/pertanyaan dan “feedback.” Soal/pertanyaan2 tersebut diberikan dalam suatu urutan/alur (“sequence”) tertentu: mudah – sulit ? siswa menjawab dinilai &amp; feedback : benar – salah soal/pertanyaan berikut dan seterusnya.</p>
<p>Umumnya kontrol yang dimiliki siswa sangat terbatas. Ia hanya dapat memilih tingkat kesulitan materi, sedangkan alur dari penyajian isi di kontrol oleh sistem. Variabel yang digunakan : tingkat kesulitan isi/materi, kecepatan menjawab, atau waktu menjawab.</p>
<p>2.) Tutorial<br />Tujuan<br />Membuat siswa memahami suatu konsep/materi yg baku.</p>
<p>Isi<br />Sejumlah konsep/materi yang perlu diajarkan dan difahami siswa.</p>
<p>Kemudian diikuti dengan sejumlah pertanyaan, atau latihan/soal untuk memeriksa pemahaman siswa terhadap konsep/materi tersebut. Siswa berinteraksi dengan komputer seperti ia berinteraksi dengan guru: “one-to-one session.”</p>
<p>Bila materi yang akan diberikan cukup banyak, maka penyajiannya akan diberikan secara bertahap, mulai dari materi dasar ke tingkat yg lebih tinggi, dan seterusnya. Selain itu ada pula sejumlah pertanyaan/soal yg pemunculannya dibuat random.</p>
<p>Bila siswa gagal melewati kriteria untuk “lulus”, maka ia akan dikembalikan ke bagian penjelasan konsep/materi yang pertama. Akan tetapi bila sistem ini disertai dengan modul “remedial”, maka bila gagal, siswa akan diberikan remedial terhadap topik yang ia salah saja (tidak mengulang semua).</p>
<p>Keuntungan<br />Lebih individualized dari Drill &amp; Practice ada penilaian terhadap respon, serta dapat dibantu bagian yang tidak difahami — mengulang materi, atau ke modul remedial.</p>
<p>3.) Games/Edutainment<br />Materi atau konteks dari permainan merupakan hal yang ingin diajarkan, sekaligus ia juga berperan sebagai motivator. Pendekatan motivasi, dibedakan antara :</p>
<p>motivasi intrinsik : tidak ada reward diluar atau tanpa reward seperti “point” misalnya, anak menyenangi permainan tersebut.</p>
<p>motivasi ekstrinsik : ada reward dari luar, misalnya uang, atau “point” .<br />Menimbulkan motivasi intrinsik harus ada tiga hal:</p>
<p>Challenge : Goal dari permainan harus jelas. Selain itu hasil/konsekwensi yang dapat dicapai akibat dari aksi/response pemain sulit untuk diterka semacam ada unsur luck. Tidak diketahui cara/strategi yg paling optimal.</p>
<p>Fantasy : Adanya situasi permainan yang merangsang munculnya imaginasi pemain.</p>
<p>Curiosity : Ada unsur yang “baru” (novelty) bagi pemain, akan jangan terlalu banyak hal “barunya” sebab akan menyebabkan permainan sukar dimengerti.</p>
<p>4.) Mindtools<br />Mindtools alat bantu belajar yang menyediakan sejumlah fasilitas atau fungsi yang dapat dipakai untuk digunakan siswa dalam memfungsikan cara berpikirnya sehingga dapat optimal.</p>
<p>Lingkungan pembelajaran yang disajikan pada siswa bukan berpatokan pada membuat siswa menurut saja pada struktur materi yang sudah dirancang alurnya oleh programmer, akan tetapi justru hanya memberikan sejumlah fasilitas atau alat (tools) untuk digunakan siswa dalam ia mengambil dan merancang alur belajarnya sendiri.</p>
<p>Kontrol penuh ada di tangan siswa (learner control) dalam ia menentukan baik tujuan yang ingin dicapai, materi yang dipelajari, maupun tingkat kedalaman pemahaman yang ingin diraih. dan akan lebih memotivasi siswa untuk belajar karena ia dapat sesuaikan dengan kebutuhannya. Guru disini berperan sebagai fasilitator, model, dan pelatih (coach).</p>
<p>Berangkat dari asumsi dasar bahwa siswa itu mempunyai perbedaan dalam daya tangkap, lingkup pengetahuan yang sudah dimiliki (prior knowledge), keterampilan belajar, minat, maupun motivasi untuk belajar.</p>
<p>Belajar yang dalam (deep learning) menuntut siswa menggunakan teknik/strategi berpikir yang sistematis dan terencana, tajam daya analisanya, kritis, kreatif, dan memiliki ketrampilan memecahkan masalah (problem solving) yang baik.</p>
<p>Keterampilan berfikir (ketrampilan belajar) adalah ketrampilan yang harus dengan sengaja dipelajari, bukan bersifat bawaan lahir (seperti halnya inteligensi). Keterampilan belajar inilah yang menjadikannya self-regulated (directed) learner.</p>
<p>5.) Simulation</p>
<p>Tujuan</p>
<p>Proses simulasi biasanya digunakan untuk mengajarkan proses atau konsep yang tidak secara mudah dapat dilihat (abstrak), seperti bagaimana bekerjanya proses ekonomi, atau bagaimana hubungan antara supply &amp; demand terhadap harga dan seterusnya. Simulasi juga dilakukan untuk memunculkan suatu keadaan yang berbahaya dan dicobakan di dunia riel. Misalnya percobaan percampuran berbagai zat kimia, atau perputaran planet.</p>
<p>Umumnya setelah siswa mencoba sendiri, atau menjalankan simulasi ini, guru harus memeriksa kesimpulan (discovery) yang dibuat siswa: ketepatannya.</p>
<p>Isi<br />Suatu konsep atau keadaan yang akan dieksplorasi proses perubahan atau terjadinya. Siswa akan diberikan sejumlah variabel (beserta parameternya) yang dapat di mainkan/manipulasi untuk menimbulkan keadaan tertentu. Asumsi dasar dari proses belajar disini adalah melalui percobaannya siswa akan mengerti prinsip dari terjadinya proses tersebut (discovery learning).</p>
<p>Keuntungan</p>
<p>Berlangsungnya proses dapat diatur kecepatannya; dapat dipercepat (untuk proses yang perubahannya lama), atau diperlambat (untuk proses yang perubahannya terjadi cepat).</p>
<p>Variabel-variabel yang berpengaruh terhadap proses perubahan dapat secara langsung dimainkan, atau di manipulasi siswa sehingga ia dapat melihat langsung bagaimana pengaruh setiap variabel itu.</p>
<p>Umumnya siswa akan lebih termotivasi menjalankan simulasi dibanding Drill &amp; Practice atau tutorial, karena siswa punya kontrol terhadap variabel yang dipilihnya rasa ingin tahunya terpenuhi.<br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/145/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/145/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=145&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2008/01/07/komputer-sebagai-alat-bantu-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan dan Proses Humanisasi</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2008/01/07/pendidikan-dan-proses-humanisasi/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2008/01/07/pendidikan-dan-proses-humanisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 03:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2008/01/07/pendidikan-dan-proses-humanisasi/</guid>
		<description><![CDATA[Manusia adalah sebagai makhluk sosial ( Homo Sosius ), yang dibekali Tuhan dengan akal, di mana akal akan menjadikan manusia mengetahui segala sesuatu. Sesuatu yang sepele terkadang terlupakan begitu saja dalam kehidupan. Manusia sering terfokus kepada persoalan besar, namun sering kali terlena pada permasalahan yang sepele.
Padahal bila ditinjau secara filosofis, akan menjadi fondasi untuk membangun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=144&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Manusia adalah sebagai makhluk sosial ( Homo Sosius ), yang dibekali Tuhan dengan akal, di mana akal akan menjadikan manusia mengetahui segala sesuatu. Sesuatu yang sepele terkadang terlupakan begitu saja dalam kehidupan. Manusia sering terfokus kepada persoalan besar, namun sering kali terlena pada permasalahan yang sepele.</p>
<p>Padahal bila ditinjau secara filosofis, akan menjadi fondasi untuk membangun kesadaran intelektual. Maka dari itu manusia seharusnya memahami hakekat diri dan lingkungan dalam proses perubahan. Proses penyadaran di sini menjadi amat penting di dalam kehidupan manusia.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />Pendidikan merupakan proses yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di belahan dunia manapun. Namun pendidikan yang diharapkan sebagai bagian dari proses kehidupan yang dapat mengentaskan manusia dari penindasan dan kesengsaraan ternyata menjadi bagian yang menindas manusia itu sendiri.</p>
<p>Oleh karena itu bagaimana sekarang memposisikan proses pembelajaran sebagai hal yang suci dan sesuai dengan harapan masyarakat, yaitu sebuah proses pembelajaran yang tidak menindas dan tidak ada yang tertindas. Ketika seseorang merasakan hak-haknya dirampas, maka seharusnya ia menuntut.</p>
<p>Pada dasarnya tidak ada yang dapat mengubah nasib kita kecuali diri kita sendiri. Oleh karena itu, setiap manusia harus berusaha keluar dari segala bentuk penindasan dan berusaha memerangi setiap bentuk penindasan. Selama ini kita melihat penindasan justru lahir dari dunia pendidikan yang selama ini kita banggakan.</p>
<p>Sekolah selama ini dijadikan sebuah pabrik, di mana lulusan-lulusannya siap menjadi tenaga kerja siap pakai. Maka sebagian fungsi sekolah yang ada di Indonesia tidak lebih hanya sebagai cara untuk mencari bekal untuk kerja. Tidak mengherankan ketika siswa tidak menjadi semakin cerdas, tapi menjadi semakin beringas dan brutal.</p>
<p>Tawuran pelajar terjadi dimana-mana dan banyak sekali penyalahgunaan NARKOBA yang dilakukan oleh pelajar. Hal itu merupakan bukti ketidakberhasilan sekolah untuk membentuk siswa menjadi manusia pembelajar. Pembelajar adalah individu-individu yang dapat memilah dan memilih mana yang baik dan yang buruk.</p>
<p>Beberapa contoh di atas merupakan pertanda bahwa pendidikan hanya dijadikan ajang penindasan bagi siswa. Erat kaitannya dengan hal tersebut, Freire yang adalah seorang tokoh pendidikan menggagas adanya concientizacao ( kesadaran untuk melakukan ). Concientizacao adalah kesadaran untuk melakukan pembelaan kemanusiaan. Dapat memberantas buta huruf di kalangan orang dewasa misalnya, dimaknai sebagai usaha membebaskan manusia dari belenggu kebodohan.</p>
<p>Freire mengklarifikasikan kesadaran dalam tiga hal. Pertama, kesadaran magis ( magical conciousness ) yaitu kesadaran yang tidak mampu melihat kaitan antara satu faktor dengan yang lainnya, dalam hal ini melihat faktor di luar manusia. Kedua, kesadaran naf ( Naival consciousness ) yaitu manusia menjadi akar penyebab masalah masyarakat. Ketiga, kesadaran kritis ( critical conciousness ) yaitu sistem dan struktur sebagai sumber masalah. Kritis penyadaran struktur dan sistem politik, sosial, ekonomi, budaya pada masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa kritisme sangatlah penting di dalam pelembagaan penyadaran masyarakat.</p>
<p>Sebuah kenyataan tidak harus menjadi suatu keharusan. Jika kenyataan menyimpang dari keharusan, maka tugas manusia untuk merubahnya, agar sesuai dengan apa yang seharusnya. Kenyataan tersebut sering disebut dengan fitrah. Fitrah manusia sejati adalah pelaku ( subyek ), bukan obyek atau penderita. Fitrah manusia adalah menjadi merdeka dan menjadi bebas. Kesemuanya itu sering disebut dengan tujuan humanisasi Freire.</p>
<p>Freire juga menyebutkan pendidikan seharusnya berorientasi kepada pengenalan realitas dari manusia dan dirinya. Hal itu berarti bahwa pendidikan bukan hanya sebagai ajang transfer of knowledge akan tetapi bagaimana ilmu pengetahuan dijadikan sarana untuk mendidik manusia agar mampu membaca realitas sosial. Hal ini juga didukung oleh Lodge yang menyatakan life is education, education is life.<br /><span style="font-size:78%;">*) Penulis adalah Benny Setiawan, mahasiswa fakultas Syari&#8217;ah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/144/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/144/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=144&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2008/01/07/pendidikan-dan-proses-humanisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Sebagai Pelayanan Publik</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/13/pendidikan-sebagai-pelayanan-publik/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/13/pendidikan-sebagai-pelayanan-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 09:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/13/pendidikan-sebagai-pelayanan-publik/</guid>
		<description><![CDATA[KONGRES guru sedunia (4th World Congress of EI) telah berlangsung dari tanggal 22 s.d. 26 Juli 2004 di Porto Alegre Brasil, dihadiri oleh kurang lebih 1.500 delegasi dari seluruh dunia termasuk enam orang delegasi Indonesia. Kongres ke-4 ini mengambil tema, &#8220;Education for Global Progress&#8221; dengan tiga sub-tema. Masing-masing, &#8220;Education: Public Service or Comodity&#8221; (pendidikan sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=109&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">KONGRES guru sedunia (4th World Congress of EI) telah berlangsung dari tanggal 22 s.d. 26 Juli 2004 di Porto Alegre Brasil, dihadiri oleh kurang lebih 1.500 delegasi dari seluruh dunia termasuk enam orang delegasi Indonesia. Kongres ke-4 ini mengambil tema, &#8220;Education for Global Progress&#8221; dengan tiga sub-tema. Masing-masing, &#8220;Education: Public Service or Comodity&#8221; (pendidikan sebagai pelayanan publik atau komoditas), &#8220;The Right to Teach. The Right to Learn&#8221;, (hak asasi mengajar, hak asasi belajar), dan &#8220;Recruitment and Retention of Qualified Teachers&#8221; (rekrutmen dan ritensi guru).</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />Kongres telah menghasilkan berbagai rumusan penting yang sangat bermanfaat bagi perkembangan dunia pendidikan di seluruh dunia yaitu bahwa kemajuan global hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang efektif, bermutu, dan merata. Oleh karena itu kongres menyampaikan resolusi pertama dalam kaitan dengan dikotomi antara pendidikan sebagai pelayanan publik dan komoditas, menolak kecenderungan privatisasi pendidikan sebagai komoditas, dan mendesak semua negara agar pendidikan dijadikan sebagai pelayanan publik sebagai hak asasi manusia dan harus bebas dari segala pungutan biaya terutama untuk pendidikan dasar.</p>
<p>Kedua, berkenaan dengan hak asasi mengajar dan belajar untuk menunjang terlaksananya pendidikan yang berkualitas, diperlukan guru dalam jumlah dan mutu yang memadai serta terwujudnya hak guru untuk mengajar dan hak murid untuk belajar. Oleh karena itu kongres menyampaikan resolusi dengan mendesak kepada semua negara agar memberikan jaminan kesejahteraan yang memadai serta sarana pembelajaran yang memadai sehingga guru dapat melaksanakan tugas mengajar dan murid dapat belajar dalam situasi proses pembelajaran yang kondusif untuk mencapai hasil pembelajaran yang efektif.</p>
<p>Ketiga, berkenaan dengan rekrutmen dan ritensi guru, diperlukan tersedianya guru dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk menunjang terlaksananya program pendidikan untuk semua. Kongres mendesak semua negara agar mengupayakan rekrutmen guru secara efektif dan menjadikan jabatan guru sebagai jabatan yang menarik terutama dari aspek sosial ekonomi agar mampu menarik orang-orang yang baik untuk menjadi guru dan menjaga para guru tetap dalam jabatannya.</p>
<p>Hal tersebut di atas sangat penting untuk memperoleh dukungan internasional dalam upaya membenahi pendidikan nasional sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia. Dukungan global ini sangat penting dan strategis mengingat pemerintah Indonesia sampai saat ini masih belum menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan bangsa dan nasib guru yang belum mendapatkan posisi sesuai dengan hak dan martabatnya. Semua itu sangat diperlukan untuk mewujudkan pendidikan bermutu sebagai hak asasi semua warga negara dan adaptasi terhadap perkembangan global.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Komoditas atau pelayanan publik?</span></p>
<p>Perkembangan dunia global telah membawa pengaruh yang amat besar dalam berbagai aspek kehidupan umat manusia di seluruh dunia termasuk pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia. Proses globalisasi memiliki dimensi sosial yang amat kuat berbasis nilai-nilai universal, penghargaan terhadap hak asasi, dan martabat manusia. Dalam proses ini, dunia pendidikan dihadapkan dengan sejumlah tantangan strategik. Pertama, tantangan untuk mencapai pendidikan untuk semua sebagai kesepakatan dunia dalam perjuangan melawan kemiskinan; kedua, kecenderungan berkembangnya privatisasi, komersialisasi, dan perdagangan dalam pelayanan pendidikan sebagai akibat perkembangan pola-pola perdagangan bebas yang digagas oleh WTO; ketiga, perkembangan ilmu pengetahuan dan teklnologi dalam berbagai bidang kehidupan; dan, keempat, tuntutan pola-pola pembelajaran sepanjang hayat sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Sebagai konsekuensi dari perkembangan perdagangan bebas dunia, salah satu tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan adalah adanya kecenderungan menjadikan pendidikan sebagai komoditas yang membuat berkembangnya pola-pola privatisasi yaitu mengalihkan pelayan pendidikan kepada sektor swasta, dan komersialisasi yaitu menerapkan pola-pola pendekatan pasar dalam institusi publik. Dalam pandangan pendidikan sebagai komoditas, akan menimbulkan pergeseran yang menjadikan pendidikan bersifat elitis. Artinya, hanya akan dinikmati oleh kalangan tertentu saja yaitu yang mampu membayar. Padahal seharusnya pendidikan itu bersifat populis yaitu harus dinikmati oleh semua orang sesuai dengan haknya masing-masing.</p>
<p>Situasi seperti ini sudah mulai terasa dalam dunia pendidikan kita sekarang, di mana pendidikan dirasakan sangat mahal karena sebagian besar warga masyarakat berada dalam kondisi kurang mampu secara ekonomis. Bila pendidikan hanya dapat dijangkau oleh kalangan berduit dan tidak dapat dijangkau oleh lapisan masyarakat yang kurang mampu, maka besar kemungkinan akan terjadi kesenjangan yang besar di antara warga negara dan pada gilirannya akan menimbulkan kepincangan sosial yang dapat membawa kehancuran bangsa.</p>
<p>Hal ini jelas sangat bertentangan dengan hak asasi manusia untuk memperoleh pendidikan sebagaimana tersirat dan tersurat dalam The Universal Declaration of Human Rigts sebagai berikut: &#8220;Everyone has the right to education. Education shall be free, at least in the elementary and fundamental stage. Elementary education shall be compulsory. Technical and professional education shall be made generally available and high education shall be equally accessible to all on the basis of merit&#8221;. Pernyataan ini menyiratkan bahwa pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara dan pendidikan dasar harus gratis atau dibiayai oleh pemerintah.</p>
<p>Sementara itu, Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 menggariskan bahwa, (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, dan (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.</p>
<p>Selanjutnya, Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 menegaskan bahwa (1) Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu, (2) Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus, (3) Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus, (4) Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus, (5) Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat.</p>
<p>Dengan memperhatikan ungkapan di atas, sangatlah tidak tepat apabila pendidikan dijadikan sebagai komoditas atau barang dagangan dengan pelayanan pola-pola pasar. Pendidikan merupakan pelayanan publik bagi semua warga negara dalam memperoleh hak asasinya secara adil tanpa memandang berbagai keragaman latar belakangnya. Ini berarti bahwa lembaga pelayanan publik yaitu pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dengan menyediakan segala penunjang yang diperlukan seperti biaya, sarana, personel, manajemen, dan sebagainya.</p>
<p>Pendidikan publik harus menjadi tanggung jawab pemegang kewenangan publik yaitu pemerintah, baik pusat maupun daerah, bekerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat. Pelayanan pendidikan yang sekarang berlangsung harus mengalami perubahan yang lebih mementingkan kepentingan seluruh warga masyarakat selaku subjek. Sesuai dengan amanat undang-undang, pemerintah harus secara konsekuen menyediakan anggaran pendidikan secara signifikan agar tidak terlalu memberatkan orang tua dan masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p>Untuk itu harus ada satu upaya mendinamiskan sumber-sumber dana dari masyarakat melalui kebijakan fiskal yang tepat misalnya ketentuan perundang-undangan yang mengatur masuknya pajak dari semua wajib pajak dan ketentuan penggunaan dana pajak untuk kepentingan pendidikan. Dengan begitu pendidikan mendapat dukungan dana secara signifikan sehingga pendidikan dapat terlaksana dengan baik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kesalahan manajemen pengelolaan dana yang tidak efektif harus dibenahi secara profesional dan segala bentuk korupsi harus diberantas.</p>
<p>Untuk mewujudkan pendidikan sebagai hak asasi manusia dari seluruh warga negara, pendidikan harus berupa pelayanan publik sebagai wujud akuntabilitas pemerintah terhadap seluruh rakyat yang telah memilihnya secara demokratis. Harus dihindarkan kecenderungan untuk menjadikan pendidikan sebagai komiditas dengan privatisasi lembaga publik dengan komersialisasi yang menggunakan pendekatan pasar dalam pelayanannya. Pendidikan harus dapat dinikmati oleh seluruh warga negara dan pemerintah harus menyediakan dana pendidikan secara signifikan agar tidak memberatkan masyarakat.</p>
<p>Oleh karena itu pemerintah pusat dan daerah bersama dengan DPR dan DPRD agar menindaklanjuti UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas disertai dengan pengembangan berbagai produk hukum yang dapat memberikan jaminan konstitusional bagi implementasi pendidikan nasional dalam bentuk tersedianya sarana dan dana pendidikan sekurang-kurangnya sebesar 20% dari APBN dan APBD di luar gaji tenaga kependidikan dan pendidikan kedinasan.</p>
<p>Dalam kaitan dengan guru diperlukan tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah guru yang meliputi mencukupi kekurangannya, meningkatkan mutunya, memperbaiki kesejahteraannya, dan menyeimbangkan distribusinya. Di samping itu perlu dilakukan upaya untuk lebih meningkatkan peningkatan partisipasi masyarakat dan keluarga dalam pendidikan disertai dengan peningkatan akses bagi masyarakat untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dengan biaya yang terjangkau. Oleh H. MOHAMAD SURYA (Penulis, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI.)<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1204/06/0802.htm/" target="_blank">Pikiran Rakyat</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/109/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/109/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=109&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/13/pendidikan-sebagai-pelayanan-publik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahun 2008, Gaji Guru di Jakarta Rp 6 Juta</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/11/tahun-2008-gaji-guru-di-jakarta-rp-6-juta/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/11/tahun-2008-gaji-guru-di-jakarta-rp-6-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 04:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/11/tahun-2008-gaji-guru-di-jakarta-rp-6-juta/</guid>
		<description><![CDATA[Kualitas guru harus ditingkatkan dengan target utama adalah lulusan yang bermutu, dan kesejahteraan guru harus jalan mengiringinya. Setelah program sertifikasi guru selesai dilakukan pada 2008, maka gaji guru SMP dan SMA negeri di Jakarta akan mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta setiap bulan.
Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta Margani M [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=92&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Kualitas guru harus ditingkatkan dengan target utama adalah lulusan yang bermutu, dan kesejahteraan guru harus jalan mengiringinya. Setelah program sertifikasi guru selesai dilakukan pada 2008, maka gaji guru SMP dan SMA negeri di Jakarta akan mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta setiap bulan.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta Margani M Mustar mengatakan, besarnya gaji guru itu antara lain didapat dari komponen tunjangan kesra Rp 2,5 juta, gaji pokok Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta, tunjangan transpor dan lain-lain Rp 1 juta. Guru akan mendapat tunjangan profesional setelah lolos kompetensi, yakni Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta. </div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />&#8220;Jangan sampai kita terjebak dalam fenomena guru berupaya untuk ikut sertifikasi secara administratif saja. Artinya, hanya mencari dokumen sesuai persyaratan uji sertifikasi, tapi melupakan misi utama untuk meningkatkan mutu dirinya,&#8221; ujar Margani dalam workshop kompetensi guru, di Jakarta, Sabtu (8/12).</p>
<p>Menurutnya, upaya untuk meningkatkan mutu guru itu tujuannya meningkatkan mutu anak didik, dan akhirnya mutu pendidikan nasional meningkat juga. Fenomena di Jakarta agak berbeda dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.</p>
<p>Sebagai barometer pendidikan nasional persaingannya bukan kepada daerah, melainkan terhadap negara-negara tetangga dan bahkan internasional.</p>
<p>Oleh karena itu, Marganai mengatakan, DKI Jakarta mematok kualitas yang tinggi terhadap guru. Di sisi lain, kesejahteraan juga dengan standar tinggi. Bahkan, gaji dan tunjangan guru SD di Jakarta bisa mengalahkan gaji dan tunjangan seorang profesor di perguruan tinggi.</p>
<p>Dikmenti, katanya, menerapkan uji kompetensi kepada guru, yakni kompetensi bahan ajar, metodologi mengajar dan observasi, potensi dan motivasi, serta tes integritas diri. Uji kompetensi ini untuk memetakan kualitas guru, sekaligus menutup kelemahan-kelemahan guru terhadap salah satu kompetensi tersebut.</p>
<p>Ditentukan Guru</p>
<p>Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas, Fasli Djalal, mengemukakan, 80 persen mutu anak didik ditentukan oleh guru. Menurutnya, di tangan guru yang mumpuni bisa dijamin akan melahirkan lulusan yang berkualitas, meski pun kurikulumnya amburadul, atau sarana dan prasarananya jelek.</p>
<p>Fasli mengatakan, meski pun belajar di ruang ber-AC, gedung mewah, dan kurikulum terbaik, tapi kalau gurunya memble jangan harap akan mencetak anak-anak terbaik.</p>
<p>Itulah mengapa pemerintah mengutamakan membangun guru, salah satunya melalui program sertifikasi guru, agar mampu mencetak guru-guru yang berkualitas, baik itu pada 2,7 juta guru yang ada sekarang maupun guru baru.</p>
<p>&#8220;Guru yang baik itu mampu menyampaikan pembelajaran secara menyenangkan anak didik, sekaligus menjadi panutan bagi anak didik maupun lingkungan sekitarnya,&#8221; ujar Fasli.</p>
<p>Senada dengan itu, Sekjen Depdiknas Dodi Nandika ketika membuka secara resmi workshop sertifikasi guru ini mengakui, kalau guru merupakan kunci sukses pendidikan nasional.</p>
<p>&#8220;Tanpa guru yang jago mendidik, bangsa ini akan terpuruk di kancah internasional. Bahkan, akan selalu menjadi objek berbagai kepentingan dunia internasional,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Berdasarkan hal itu, pihaknya membuat regulasi di dunia pendidikan nasional. Mulai dengan membuat UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen, dan PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikkan (SNP).</p>
<p>&#8220;Bahkan, dalam UUD 1945 tercantum minimal 20 persen dari total APBN dan APBD untuk anggaran pendidikan. Landasan konstitusional dan hukum tata negaranya sudah kita letakkan, meskipun ada kendala dalam operasionalnya. Tapi, anggaran pendidikan naik terus, kini baru mencapai 12 persen&#8221; ujarnya.</p>
<p>Belum lagi, kata Dodi, dalam waktu dekat DPR akan menyetujui UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang memberikan otonomi penuh kepada kampus dan sekolah untuk mengembangkan diri, antara lain kualitas akademiknya sejajar dengan dunia internasio-nal.<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2007/12/10/Kesra/kes01.htm" target="_blank">SuaraPembaruan</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/92/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/92/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=92&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/11/tahun-2008-gaji-guru-di-jakarta-rp-6-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fuad Hassan di Mata Penerusnya</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/11/fuad-hassan-di-mata-penerusnya/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/11/fuad-hassan-di-mata-penerusnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 03:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/11/fuad-hassan-di-mata-penerusnya/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Prof. Wardiman Djojonegoro, tidak ada kenangan sedih yang ditinggalkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Fuad Hassan, yang berpulang ke hadirat-Nya pada Jumat.
Di halaman rumah duka yang berada di Jalan Brawijaya X Nomor 2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ia menuturkan kenangan manisnya tentang Prof. Fuad, termasuk tentang kecintaan sahabatnya itu terhadap kuda.

&#8220;Ia senang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=91&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Bagi Prof. Wardiman Djojonegoro, tidak ada kenangan sedih yang ditinggalkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Fuad Hassan, yang berpulang ke hadirat-Nya pada Jumat.</p>
<p>Di halaman rumah duka yang berada di Jalan Brawijaya X Nomor 2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ia menuturkan kenangan manisnya tentang Prof. Fuad, termasuk tentang kecintaan sahabatnya itu terhadap kuda.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />&#8220;Ia senang sekali berkuda, biasanya dia berkuda di Pamulang. Dia punya &#8216;ranch&#8217; yang bagus di sana,&#8221; kata Mendikbud periode 1993-1998 itu.</p>
<p>Menurut Wardiman, Prof. Fuad sering mengajaknya berkuda bersama namun dia tidak pernah bisa mengikuti ajakannya.</p>
<p>&#8220;Saya selalu bilang &#8216;nggak&#8217; bisa, maklum ada masalah dengan ini,&#8221; katanya sambil memegang punggungnya.</p>
<p>Wardiman pun sering mengajak Fuad joging bersama. &#8220;Kalau saya ajak, dia malah bilang &#8217;saya juga joging kok, tapi di punggung kuda&#8217;,&#8221; katanya seraya tersenyum mengenang sahabatnya itu.</p>
<p>Wardiman menjelaskan bahwa dia sangat mengagumi figur Fuad sebagai ilmuwan yang mumpuni di bidang psikologi dan filsafat.</p>
<p>Ketua Dewan Pengurus The Habibie Center itu juga memberikan penghargaan kepada Fuad karena berhasil memperjuangkan terbitnya Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.</p>
<p>&#8220;Dan, ketika saya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1993, dia meminta saya untuk melanjutkan apa yang telah dia rintis,&#8221; katanya.</p>
<p>Wardiman mengatakan, empat hal pokok yang diperjuangkan Fuad Hassan di bidang pendidikan adalah pemerataan, relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia, peningkatan mutu dan efisiensi.</p>
<p>&#8220;Itu adalah dasar-dasar penting dalam pendidikan, jadi dengan senang hati saya melanjutkan. Bila pendidikan diibaratkan sebagai kereta, Pak Fuad adalah gerbong keempat dan saya yang kelima,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebagaimana Wardiman, Menteri Pertahanan (Menhan), Juwono Sudarsono, juga memiliki kesan tersendiri tentang pria yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 26 Juni 1929 itu.</p>
<p>Juwono, yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional pada masa pemerintahan Presiden BJ habibie, mengenal Fuad sejak tahun 1962.</p>
<p>&#8220;Beliau dosen saya di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Juwono, Prof. Fuad adalah pemimpin yang kharismatik dan pemikir psikologi, serta filsafat yang mumpuni.</p>
<p>&#8220;Saya menyesal tidak sempat menjenguk ketika dirawat di rumah sakit,&#8221; katanya.</p>
<p>Dan, para sahabat lain yang datang ke rumah duka malam itu, antara lain Wakil Presiden (Wapres), M. Jusuf Kalla, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), Jero Wacik, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Mennegpora), Adhiyaksa Dault, dan mantan Wapres, Try Soetrisno, pun pastinya memiliki kenangan tersendiri tentang Fuad Hassan.</p>
<p>Begitu pula dengan mereka yang mengirimkan karangan bunga, seperti mantan Presiden Soeharto, mantan Presiden BJ Habibie, Ketua DPR RI Agung Laksono, Akbar Tanjung, Dr.Syahrir, dan Sulasikin Murpratomo.</p>
<p>Fuad dan Biola</p>
<p>Fuad Hassan, yang meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Jumat sore karena kanker, tak hanya hobi berkuda, karena ia juga sangat mahir bermain biola.</p>
<p>Darah seni sang ayah, Ahmad Hassan yang seorang pemain mandolin, rupanya diwariskan pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Karya Pembangunan IV dan V (1985-1993) itu.</p>
<p>Semasa kecil, anak kedua dari empat bersaudara yang menyelesaikan pendidikan SD sampai SMA di Solo itu, sering bolos sekolah untuk bermain biola.</p>
<p>Dia sangat menyukai musik sampai-sampai pada 1950 sengaja berangkat ke Jakarta untuk mengikuti tes masuk sekolah musik di Roma, Italia.</p>
<p>Lantaran pengaruh teman dan fakta yang dilihatnya tentang pemusik, Fuad mengurungkan niatnya untuk belajar musik dan menjadi musikus profesional.</p>
<p>Selain sulit dipisahkan dengan biola, Fuad Hassan juga pernah dikenal sulit meninggalkan kebiasaan &#8220;baiknya&#8221;, yakni merokok.</p>
<p>&#8220;Saya berhenti merokok gara-gara cucu. Tapi, setelah berhenti merokok, saya malah sering batuk-batuk,&#8221; demikian seloroh khas Fuad Hassan dalam satu kesempatan.</p>
<p>Ia mengemukakan, salah seorang cucunya selalu menjauh jika didekati sambil merokok. &#8220;Biasanya dia bilang, kakek jangan dekat-dekat. Kalau merokok di luar rumah saja,&#8221; ujar Fuad satu ketika.</p>
<p>Namun, ia juga mengakui bahwa sikap dan pendapat sang cucu sangat baik, serta menjadi hasil dari kemajuan pendidikan yang bermakna. &#8220;Bisa dibilang, saya berhenti merokok bukan karena alasan kesehatan, tetapi karena sayang cucu,&#8221; kata Fuad dalam satu perbincangannya.</p>
<p>Ia kemudian memilih masuk Fakultas Psikologi di Universitas Indonesia (UI), lulus 1958 dan melanjutkan belajar filsafat di Universitas Toronto, Kanada, pada 1962.</p>
<p>Selanjutnya, Fuad mengawali karir sebagai Asisten pada Balai Psikoteknik Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1952- 1956) lalu menjadi Asisten Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (1956-1958).</p>
<p>Fuad saat mengajar Psikologi di Universitas Indonesia sangat mengenal dekat mahasiswanya. begitu pula saat ia mengajar di Sekolah Staf Komando Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Seskoad), TNI Angkatan Laut (Seskoal) dan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas; kini Lembaga Ketahanan Nasional) periode 1966-1976.</p>
<p>Tahun 1968-1970, Fuad terjun ke dunia politik praktis dengan menjadi anggota DPR/MPR-RI dan kemudian diangkat menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indoensia serta Direktur Lembaga Studi Strategis Dewan Pertahanan Keamanan Nasional (1972-1976).</p>
<p>Ia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Mesir, merangkap Sudan, Somalia, dan Jibouti pada 1976-1980 serta menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Luar Negeri (1980-1985) merangkap Anggota MPR-RI (1982-1987).</p>
<p>Pada 1985, Presiden Soeharto memintanya menduduki jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggantikan Prof Dr Nugroho Notosusanto yang meninggal dunia.</p>
<p>Suami Tjiptaningroem itu kemudian dipercaya kembali memimpin Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Karya Pembangunan V (1988-1993).</p>
<p>Selama menjadi Mendikbud, ayah dari dua anak itu, antara lain berusaha membenahi pendidikan non-formal, mengefisienkan promosi doktor, memberikan jaminan bagi guru, dan mengatasi perkelahian antarpelajar.</p>
<p>Pemimpin yang dikenal dengan kebersahajaannya itu juga berusaha menstabilkan sistem pendidikan nasional dengan tidak banyak melakukan perubahan kurikulum dan sistem pendidikan selama menjadi menteri.</p>
<p>Dan, kebijakan itu juga diikuti oleh Menteri Pendidikan Nasional selanjutnya, Wardiman Djojonegoro.</p>
<p>&#8220;Saya juga ingin menghentikan pameo &#8216;ganti menteri sama dengan ganti sistem dan ganti kurikulum&#8217;, saya melanjutkan apa yang telah dirintis Pak Fuad ketika menjadi menteri,&#8221; demikian Wardiman Djojonegoro mengenang sang pendahulu dan panutannya, Fuad Hassan.<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/8/fuad-hassan-di-mata-penerusnya/" target="_blank">Maryati, Antara</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=91&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/11/fuad-hassan-di-mata-penerusnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fuad Hasan Guru bagi Semua Ilmu</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/08/fuad-hasan-guru-bagi-semua-ilmu/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/08/fuad-hasan-guru-bagi-semua-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 02:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/08/fuad-hasan-guru-bagi-semua-ilmu/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi mantan para mahasiswanya, meninggalnya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Fuad Hasan, bukan hanya guru besar dalam bidang psikologi tapi juga guru bagi ilmu-ilmu lainnya.
&#8220;Pengetahuannya yang luas tidak untuk sendiri, tapi diberikan juga kepada para mahasiswanya,&#8221; kata Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (UI), Dharmyati Utoyo Lubis, ketika dihubungi ANTARA News, di Depok, Jumat.

a mengemukakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=83&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Bagi mantan para mahasiswanya, meninggalnya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Fuad Hasan, bukan hanya guru besar dalam bidang psikologi tapi juga guru bagi ilmu-ilmu lainnya.</p>
<p>&#8220;Pengetahuannya yang luas tidak untuk sendiri, tapi diberikan juga kepada para mahasiswanya,&#8221; kata Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (UI), Dharmyati Utoyo Lubis, ketika dihubungi ANTARA News, di Depok, Jumat.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />a mengemukakan hal itu saat diminta tanggapan berkaitan dengan telah wafatnya Guru Besar UI tersebut pada</p>
<p>Kepala Pusat Informasi dan Humas Depdiknas, Bambang Wasito di Jakarta, Jumat menjelaskan, mantan Mendikbud itu meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo(RSCM) karena menderita kanker stadium tiga.</p>
<p>&#8220;Fuad Hasan meninggal pada pukul 15.40 WIB. Almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, besok (Sabtu, 8/12) dengan upacara militer,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Dharmyati Utoyo Lubis, almarhum Fuad Hasan selalu mau berbagi ilmu apa saja yang dimilikinya. &#8220;Saya menganggap bukan sebagai dosen saja tapi juga sebagai bapak (orang tua),&#8221; kata Dharmayati yang pernah mendapat mata kuliah Filsafat dari Fuad Hasan, pada tahun 70-an.</p>
<p>Ia mengatakan, banyak yang merasa kehilangan dengan kepergian selama-lamanya Fuad Hasan. &#8220;SMS dan telepon yang saya terima sebagai ungkapan rasa duka mencapai ratusan baik dari seluruh penjuru Indonesia maupun luar negeri,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menceritakan ketika ada mata kuliah yang cukup sulit dimengerti. &#8220;Tapi begitu beliau mengajar maka semuanya terasa mudah dimengerti. Cara penjelasannya yang mudah dicerna oleh para siswanya,&#8221; katanya.</p>
<p>Hubungan yang ada, kata dia, bukan hanya sebatas dosen dan mahasiswa saja, tapi juga sebagai orang tua dan anaknya. &#8220;Walaupun sudah tidak mendapat mata kuliah yang diajar beliau hubungan kami tetap dekat,&#8221; katanya.</p>
<p>Dijelaskannya bahwa ia terakhir bertemu Fuad Hasan dua bulan yang lalu dirumahnya. Ketika itu Fuad Hasan sudah sulit untuk berbicara karena sakit kanker paru-paru. &#8220;Meskipun begitu beliau masih mau menerima saya,&#8221; katanya.</p>
<p>Pesan yang selalu ingat dari almarhum adalah bahwa psikologi merupakan ilmu yang sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga diperlukan riset bagi penyerapan ilmu tersebut. &#8220;Selalu lakukan riset untuk membantu masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk saat ini, kata Dharmayati, sulit menemukan pengganti dari Fuad Hasan. &#8220;Sampai saat ini saya belum menemukan penggantinya,&#8221; katanya.</p>
<p>Mantan mahasiswa yang lainnya, Farida Haryoko juga mengatakan hal yang sama, bahwa Fuad Hasan mempunyai cara mengajar yang mudah dicerna, sehingga pelajaran yang sulit jadi mudah.</p>
<p>&#8220;Cara memandang sesuatu yang luas dengan filosofis dan diselingi humor, merupakan cara mengajar beliau yang disukai,&#8221; kata dosen psikologi UI tersebut.</p>
<p>Yang perlu dicontoh dari almarhum, katanya, adalah cara mengkritik seseorang dengan humor, sehingga orang yang dikritiknya tidak merasa tersinggung.<br /><font size="2">&nbsp;&nbsp;<a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/7/fuad-hasan-guru-bagi-semua-ilmu/" target="_blank">Antara</a>)</font><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=83&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/08/fuad-hasan-guru-bagi-semua-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taufik Ismail: Bangsa Indonesia &quot;Generasi Nol Buku&quot;</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/07/taufik-ismail-bangsa-indonesia-generasi-nol-buku/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/07/taufik-ismail-bangsa-indonesia-generasi-nol-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 03:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/07/taufik-ismail-bangsa-indonesia-generasi-nol-buku/</guid>
		<description><![CDATA[Sastrawan Taufik Ismail mengeritik sistem pendidikan yang tidak memberikan porsi besar terhadap pembiasaan membaca dan mengarang di kalangan anak didik, sehingga hasilnya pun dapat disebut sebagai bagian dari &#8220;Generasi Nol Buku&#8221;.
Kritik tersebut disampaikannya ketika menerima penghargaan Habibie Award 2007 dalam rangka ulang tahun The Habibie Center ke-8 di Hotel Gren Melia, Jakarta, Kamis.

Dalam makalahnya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=79&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Sastrawan Taufik Ismail mengeritik sistem pendidikan yang tidak memberikan porsi besar terhadap pembiasaan membaca dan mengarang di kalangan anak didik, sehingga hasilnya pun dapat disebut sebagai bagian dari &#8220;Generasi Nol Buku&#8221;.</p>
<p>Kritik tersebut disampaikannya ketika menerima penghargaan Habibie Award 2007 dalam rangka ulang tahun The Habibie Center ke-8 di Hotel Gren Melia, Jakarta, Kamis.</div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />Dalam makalahnya yang berjudul &#8220;Generasi Nol Buku: Yang Rabun Membaca, Pincang Mengarang&#8221;, Taufik mengaku, bersama dengan puluhan ribu anak SMA lain di seluruh tanah air pada 1953-1956 mereka sudah menjadi generasi nol buku, yang rabun membaca dan lumpuh menulis.</p>
<p>Nol buku, disebut Taufik karena kala itu mereka tidak mendapat tugas membaca melalui perpustakaan sekolah, sehingga &#8220;rabun&#8221; membaca.</p>
<p>Sementara istilah &#8220;pincang mengarang&#8221; adalah karena tidak ada latihan mengarang dalam pelajaran di sekolah.</p>
<p>Taufik membandingkan pelajaran membaca dan mengarang siswa Indonesia dan siswa dari beberapa negara lain dalam sebuah survei sederhana dan mendapat perbandingan yang mencengangkan.</p>
<p>Di saat pelajar Indonesia tidak mendapatkan tugas membaca dan mengarang, pelajar SMA di Amerika Serikat diharuskan membaca 32 buku dan bahkan negara berkembang Thailand juga diharuskan membaca lima buku.</p>
<p>Kewajiban membaca dan mengarang, menurut Taufik, bukan bertujuan untuk membuat siswa menjadi sastrawan, tapi merupakan keahlian yang dibutuhkan di setiap profesi.</p>
<p>&#8220;Membaca buku sastra mengasah dan menumbuhkan budaya baca buku secara umum. Latihan menulis mempersiapkan orang mampu menulis di bidangnya masing-masing,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Generasi nol buku itulah yang kini disebut Taufik menjadi warga Indonesia yang terpelajar serta memegang posisi menentukan arah negara di seluruh strata, baik di pemerintahan atau di swasta.</p>
<p>&#8220;Beberapa sebab mendasar amburadulnya Indonesia sekarang, mungkin sekali karena dalam fase pertumbuhan intelektual, mereka membaca nol buku disekolah,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai pemenang Habibie Award 2007, Taufik berhak atas medali, piagam penghargaan dan hadiah uang sebesar 25 ribu dolar AS.</p>
<p>Pemenang lainnya adalah Prof. Dr. Sri Widiyantoro dari bidang ilmu dasar, Prof. Elin Yulinah Sukandar dari bidang ilmu kedokteran dan bioteknologi, dan Dr. H.C Rosihan Anwar dari bidang sosial.</p>
<p>Habibie Award diberikan kepada perseorangan atau badan yang dinilai sangat aktif dan berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan dan menyebarluaskan berbagai kegiatan iptek yang baru (inovatif) serta bermanfaat secara berarti bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan dan perdamaian.<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/7/taufik-ismail-bangsa-indonesia-generasi-nol-buku/" target="_blank">Antara</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/79/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/79/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=79&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/07/taufik-ismail-bangsa-indonesia-generasi-nol-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepeda Motor Pesanan SBY Itu Memakai Bahan Bakar Air</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/sepeda-motor-pesanan-sby-itu-memakai-bahan-bakar-air/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/sepeda-motor-pesanan-sby-itu-memakai-bahan-bakar-air/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 04:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sains dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/sepeda-motor-pesanan-sby-itu-memakai-bahan-bakar-air/</guid>
		<description><![CDATA[Sepeda motor ini pesanan Pak SBY,&#8221; kata Voll Johanes Bosco alias Boy (51), perancang sepeda motor dengan bahan bakar yang sebagian di antaranya adalah air.
Di tengah kemeriahan Gelar Teknologi Tepat Guna di Manado Convention Center (MCC), Kamis (8/11) petang, Boy tidak sungkan-sungkan menyebut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengaku sempat mengejar Presiden hingga ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=67&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Sepeda motor ini pesanan Pak SBY,&#8221; kata Voll Johanes Bosco alias Boy (51), perancang sepeda motor dengan bahan bakar yang sebagian di antaranya adalah air.</p>
<p>Di tengah kemeriahan Gelar Teknologi Tepat Guna di Manado Convention Center (MCC), Kamis (8/11) petang, Boy tidak sungkan-sungkan menyebut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengaku sempat mengejar Presiden hingga ke Yogyakarta hanya demi mempresentasikan energi alternatif untuk kendaraan bermotor. </div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="fullpost"><br />&#8220;Waktu saya ke Jakarta, Pak SBY sedang ke Yogyakarta meninjau bencana gempa bumi, sehingga saya disuruh menyusul ke sana, lalu dinaikkan pesawat Hercules ke Yogya,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Boy merasa diperlakukan khusus, sehingga ia merasa tersanjung. Di dalam pesawat, Boy hanya bersama empat orang, selain awak pesawat.</p>
<p>Lelaki berjambang lebat ini pantas mendapat apresiasi besar. Meski hanya tamat sekolah menengah atas di Manado, Boy yang berdomisili di Palu, Sulawesi Tengah, itu menemukan sepeda motor hemat bahan bakar. Kendaraan roda dua itu telah diuji coba sejauh 247 kilometer, dengan campuran satu liter bensin dan empat liter air.</p>
<p>Sebelumnya, Boy selama 10 tahun telah meneliti sejumlah peralatan hemat energi. Dari 11 kali penelitian, ia fokus pada penemuan lampu hemat listrik dan sepeda motor hemat bahan bakar minyak.</p>
<p>Jika di jalan orang memakai lampu merkuri dengan daya listrik 250 watt, Boy bisa menciptakan lampu yang cahayanya setara lampu merkuri dengan kapasitas listrik hanya 12 watt. Lampu itu disebut dengan lampu light emitting diode (&gt;small 2small 0&lt;).</p>
<p>Demikian halnya sepeda motor yang 80 persen menggunakan bahan bakar air. Menurut Boy, sistem kerja sepeda motor sangat sederhana. Akan tetapi di beberapa bagian mesin sepeda motor ditambah reaktor mirip pipa besi. Saat sepeda motor ini berjalan, suhu reaktor mencapai 150-200 derajat Celsius.</p>
<p>Boy mengatakan, setiap motor bahan bakar menghasilkan gas buang CO dan CO2 (karbon dioksida dan karbon monoksida). Pada mesin ini kedua gas diambil dan direaksikan dengan air, sehingga menghasilkan gas baru methane (CH4). &#8220;Nah, methane inilah yang menggerakkan motor,&#8221; katanya.</p>
<p>Adapun energi untuk menjalankan reaktor diambil dari panas gas buang, sehingga pembakaran menjadi sangat efisien jika tabung reaktor mencapai suhu 200 derajat Celsius. Gas buang yang dihasilkan sangat ramah lingkungan.</p>
<p>Boy tentu tidak asal menciptakan. Temuan sepeda motor berbahan bakar air telah ia presentasikan kepada beberapa ahli di Departemen Energi Sumber Daya Mineral di Jakarta. &#8220;Saya disuruh pindah ke Jakarta untuk penelitian lanjutan, tetapi saya lebih suka tinggal di Palu,&#8221; katanya.</p>
<p>Kemahiran Boy merancang teknologi dilatarbelakangi pengalamannya sebagai pekerja mekanik di bengkel. Boy sendiri adalah pegawai negeri sipil di Radio Republik Indonesia Palu.<br /><span style="font-size:78%;">(<a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/09/daerah/3980893.htm" target="_blank">KCM</a>)</span><br /></span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=67&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/12/06/sepeda-motor-pesanan-sby-itu-memakai-bahan-bakar-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Jarak Jauh Ala Thailand</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/30/belajar-jarak-jauh-ala-thailand/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/30/belajar-jarak-jauh-ala-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 03:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/30/belajar-jarak-jauh-ala-thailand/</guid>
		<description><![CDATA[JIKA melihat proses pendidikan jarak jauh di Thailand, maka Indonesia seharusnya bisa melakukannya untuk menjangkau seluruh pelosok negeri. Apalagi di wilayah orbit geostasioner Indonesia berterbaran banyak satelit.
Thailand melalui Yayasan Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning Foundation/DLF) yang diketuai Khwankeo Vajarodaya mengadakan sarana pendidikan menggunakan satelit sejak tahun 1995.
Tak kurang dari 15 saluran televisi berisikan materi pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=32&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">JIKA melihat proses pendidikan jarak jauh di Thailand, maka Indonesia seharusnya bisa melakukannya untuk menjangkau seluruh pelosok negeri. Apalagi di wilayah orbit geostasioner Indonesia berterbaran banyak satelit.</p>
<p>Thailand melalui Yayasan Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning Foundation/DLF) yang diketuai Khwankeo Vajarodaya mengadakan sarana pendidikan menggunakan satelit sejak tahun 1995.</p>
<p>Tak kurang dari 15 saluran televisi berisikan materi pendidikan dan saluran internet satelitmenghubungkan sejumlah daerah di Thailand, termasuk mengadakan konferensi video dengan Kota Los Angeles, New York, Oregon, Swedia, Paris, dan Swiss.</p>
<p>Pendirian DLF dengan dana awal 50 juta baht (sekira Rp 12,5 miliar) dari Raja Bhumibol. Siaran pertama dilakukan bertepatan dengan ulang tahun raja pada 5 Desember 1995. Materi pelajaran yang disiarkan dari stasiun penyiaran di Sekolah Kejuruan Wang Klaikangwon, Hua Hin (200 km di selatan Bangkok) ditujukan bagi siswa kelas 1 hingga kelas 12 (setara SD sampai SMA) mulai pukul 08.00 hingga 16.00.</p>
<p>Sekolah Kejuruan Wang Klaikangwon menyajikan sejumlah pendidikan dalam hal ekonomi, mekanik, elektronik, komputer, dan lain-lain. Semenjak Februari 1999, siaran lewat satelit menjadi 24 jam sehari. Sementara di akhir pekan berisikan latihan ujian masuk perguruan tinggi.</p>
<p>Di bulan September 2000, Universitas Terbuka (UT) Sukhothai Thammathirat mendapatkan izin menyiarkan materi dokumenter, semacam ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan, seni dan budaya, termasuk musik. UT Sukhothai Thammathirat menjadi perguruan tinggi pertama di Asia yang mengadakan sekolah jarak jauh.</p>
<p>Materi yang disampaikan secara interaktif dari UT Sukhothai Thammathirat dapat disimak pada kanal 12 pada pukul 18.00 &#8211; 20.00 (Senin &#8211; Jumat), dan pukul 08.30 &#8211; 20.00 (Sabtu &#8211; Minggu). Bagi yang tidak memiliki peranti penangkap siaran satelit, dapat pula mengikuti dari situs di internet.</p>
<p>**</p>
<p>Sekolah-sekolah yang menerima siaran pembelajaran jarak jauh memiliki setidaknya tiga pesawat televisi yang dipasang di depan kelas. Dua TV mengapit papan tulis dan satu TV di atas papan tulis.</p>
<p>Sementara di pusat penyiaran, seorang guru yang sedang menerangkan materi pelajaran kepada murid, juga disorot kamera televisi untuk dipancarkan ke seluruh negeri.</p>
<p>Dengan kondisi semacam itu, Indonesia dulu pernah menayangkan materi pelajaran sekolah melalui kerja sama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan saat itu dengan stasiun Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Tapi kini program tersebut terhenti, dan TPI menjadi layaknya stasiun TV swasta lain.</p>
<p>Akankah Indonesia memanfaatkan kebijakan langit terbuka untuk mengolah sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan jarak jauh? Entahlah.(dikdo/h. suherlan/”<a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0905/01/cakrawala/utama02.htm" target="_blank">PR</a>”)***</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=32&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/30/belajar-jarak-jauh-ala-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Telkom Bangun Network Jardiknas di 441 Kota</title>
		<link>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/29/telkom-bangun-network-jardiknas-di-441-kota/</link>
		<comments>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/29/telkom-bangun-network-jardiknas-di-441-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 02:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dalidjo Blacksweet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sains dan Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/29/telkom-bangun-network-jardiknas-di-441-kota/</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya (ANTARA News) &#8211; PT Telekomunikasi Indonesia Tbk ditunjuk Departemen Pendidikan Nasional untuk membangun infrastruktur jaringan (network) bagi program Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) di 441 kota di Indonesia.
&#8220;Dalam program Jardiknas ini, Telkom diberi kepercayaan Depdiknas untuk menyediakan Virtual Private Network-Internet Protocol (VPN-IP) di 441 kota se-Indonesia,&#8221; kata Communication Manager Telkom Jatim, Djadi Soegiarto, di Surabaya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=24&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Surabaya (ANTARA News) &#8211; PT Telekomunikasi Indonesia Tbk ditunjuk Departemen Pendidikan Nasional untuk membangun infrastruktur jaringan (network) bagi program Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) di 441 kota di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Dalam program Jardiknas ini, Telkom diberi kepercayaan Depdiknas untuk menyediakan Virtual Private Network-Internet Protocol (VPN-IP) di 441 kota se-Indonesia,&#8221; kata Communication Manager Telkom Jatim, Djadi Soegiarto, di Surabaya, Rabu.</p>
<p>VPN-IP itu, kata Djadi, akan menghubungkan seluruh kantor pendidikan dan beberapa universitas secara online.</p>
<p>Manfaat dari program tersebut diantaranya dapat untuk belajar jarak jauh, penyediaan data siswa dan guru secara online atau untuk akses internet dengan backbone di Jakarta.</p>
<p>Bandwith yang dipergunakan untuk Jardiknas itu sebesar 200 Mbps. Sedangkan distribusinya ke sekolah-sekolah, menggunakan Speedy Broadband Accsess dengan nama program SchoolNet.</p>
<p>Sementara itu, dalam acara yang digelar di Universitas Muhamadiyah (Unmuh) Malang (28/11), Telkom menghadirkan Vice President Business Development Direktorat Konsumer, Syailendra, sebagai pembicara dalam seminar dengan tema &#8220;Integrasi dan optimalisasi sistem informasi pendidikan&#8221;.</p>
<p>Selain program Jardiknas yang dikhususkan untuk sekolah menengah dan di bawahnya, sebelumnya Telkom juga telah dipercaya Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) menyediakan backbone internet Perguruan Tinggi se-Indonesia yang dikenal sebagai Inheren (Indonesia Higher Education Network).</p>
<p>Implementasi program Inheren ini di Telkom disebut dengan istilah Smart Campus. Di Jatim ada 21 Perguruan Tinggi yang sudah tergabung, sedangkan kebutuhan bandwith sebesar 40 Mbps.</p>
<p>Telkom sangat concern untuk memajukan dunia pendidikan melalui ketersediaan akses informasi di segala bidang pendidikan terutama dalam hal pengembangan Information &amp; Communication Technology (ICT).</p>
<p>Pengembangan ICT itu antara lain Internet Conectivity, Voice, Data, Content, hingga pengembangan aplikasinya.(*) <a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/11/28/telkom-bangun-network-jardiknas-di-441-kota/"><span style="font-size:78%;">Copyright © 2007 ANTARA</span></a></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumberbelajar.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumberbelajar.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumberbelajar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumberbelajar.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumberbelajar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumberbelajar.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumberbelajar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumberbelajar.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumberbelajar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumberbelajar.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumberbelajar.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumberbelajar.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumberbelajar.wordpress.com&blog=2153111&post=24&subd=sumberbelajar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberbelajar.wordpress.com/2007/11/29/telkom-bangun-network-jardiknas-di-441-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84c2231ba23fdec3a398ff46754d7fb9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalidjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>