Gus Dur: Ingat 3 Jasa Soeharto!

Mantan Presiden Soeharto di mata Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sangat berjasa bagi Indonesia. Memang Soeharto perlu diadili, tapi jangan sampai melupakan 3 jasanya yang besar bagi negeri ini.


“Jasanya sangat besar bagi bangsa. Dia mengajak bangsa kita untuk memperhitungkan segala sesuatu,” kata Gus Dur sebelum acara Kongkow Bareng Gus Dur di Kedai Utan Kayu, Jl Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (5/1/2008).

Jasa kedua Soeharto adalah selalu merencanakan segala sesuatu. Soeharto membuat rencana pembangunan yang bertahap sehingga bisa memperhitungkan target dan strategi.

“Pemerintahan yang sekarang nggak ada begitu,” komentar Gus Dur yang mengenakan kemeja batik berwarna coklat.

Jasa ketiga adalah, pemerintahan Soeharto berorientasi pada rakyat kecil. Inilah yang dinilai Gus Dur sangat kurang pada pemerintahan sekarang.
(Detik)

Asyik SMS, Tabrak Remaja Hingga Tewas

Mengutak atik pesan singkat alias Short Message Service (SMS) sembari mengemudi memang berpotensi mengacaukan konsentrasi pengendara. Inilah yang terjadi pada Craig P. Bigos, pekerja berusia 31 tahun.

Ia rupanya terlalu asyik dengan SMS sambil mengemudi sehingga mobilnya menabrak seorang remaja 13 tahun. Pada polisi, ia mengaku sedang mengetik SMS sebelum tiba-tiba hilang kendali atas mobilnya. Tragisnya, remaja bernama Earman Machado yang sedang dalam perjalanan menemui temannya itu harus meregang nyawa.


Craig mengungkapkan, ia mulanya tak menyadari bahwa mobilnya menabrak sang remaja yang sedang bersepeda sehingga ia tetap melanjutkan perjalanan. Ia memang merasa mobilnya menabrak sesuatu yang dikiranya hanyalah sebuah kotak pos.

Bigos pun ditangkap oleh aparat. Ia dibebaskan sementara dengan jaminan US$ 5.000. Nantinya, ia akan diadili dengan dakwaaan pembunuhan dengan kendaraan, tabrak lari dan mengemudi tanpa lisensi. Demikian seperti dikutip detikINET dari Boston Globe, Kamis (3/1/2008).
(Detik)

Pengemudi Berponsel Bikin Lalu Lintas Tersendat

Tak hanya membahayakan, memakai ponsel sambil mengemudi ternyata berperan dalam menghambat lalu lintas. Hal ini lantaran dengan memakai ponsel, pengemudi jadi menjalankan kendaraan lebih lambat dari yang seharusnya, jarang menyalip kendaraan lain sehingga sampai ke tempat tujuan lebih lama.

Kesimpulan ini terungkap dalam studi oleh beberapa peneliti Amerika Serikat. “Jika Anda bebicara via ponsel sambil mengemudi, perjalanan Anda menjadi lambat dan begitu pula dengan kendaran lain di sekitar,” tutur Joel Cooper, mahasiswa doktoral di Universitas Utah, Amerika Serikat yang terlibat dalam studi ini.


Seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Jumat (4/1/2008), peneliti yang terlibat dalam studi ini termasuk Dave Strayer, profesor psikologi Universitas Utah serta Peter Martin, direktur Utah Traffic Lab. Studi ini mendata pengemudi yang berbicara via ponsel, berkendara 3,2 km/jam lebih lambat daripada mereka yang tidak. Hal ini diukur dalam kepadatan lalu lintas sedang atau tinggi.

Disebutkan, kelambatan lalu lintas yang disebabkan pemakaian ponsel ini jika terakumulasi bisa menimbulkan gangguan lalu lintas cukup parah. Pemakaian handsfree pun dinilai tak akan membantu karena dalam studi profesor Dave Strayer sebelumnya mengungkap, penganggu konsentrasi pengemudi adalah pembicaraan yang tengah terjadi.

(Detik)

Perancis Peringatkan Penggunaan Ponsel Pada Anak

Menteri Kesehatan Prancis mengeluarkan sebuah peringatan untuk mengurangi penggunaan ponsel, khususnya di kalangan anak-anak. Upaya ini untuk mengantisipasi segala penyakit dan kemungkinan negatif lainnya akibat penggunaan ponsel.

“Seseorang sebaiknya menggunakan ponsel dengan pertimbangan yang tepat, tidak menelepon saat berkendara dalam kecepatan tinggi, dan jauhkan ponsel dari area sensitif tubuh dengan menggunakan hands-free,” imbau Menteri Kesehatan Perancis Roselyne Bachelot-Narquin.


Lebih lanjut, Roselyne mengatakan bahwa ponsel memang berguna bagi anak-anak, tapi sebaiknya orang tua memperhatikan frekuensi penggunaannya. “Saat ini sulit rasanya melarang penggunaan ponsel pada anak, tapi sebaiknya orang tua selalu memperingatkan tentang penggunaannya,” tukasnya.

Sebuah laporan yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organisation/WHO) pada November 2006 mengungkap bahwa penggunaan jangka panjang frekuensi radio dan radiasi dari ponsel tidak merugikan kesehatan.

Meski demikian, WHO juga mengakui bahwa ada penelitian lain yang menunjukkan adanya peningkatan risiko terkena tumor bagi orang-orang yang menggunakan ponsel analog selama lebih dari 10 tahun.

AFSSET Perancis, yakni sebuah lembaga pengawas kesehatan independen yang didanai oleh pemerintah menganjurkan orang tua untuk tidak memberikan ponsel kepada anaknya yang masih kecil.

“Jika anak belum mampu mengontrol penggunaan ponsel, sebaiknya orang tua tidak membelikannya (ponsel-red.),” tandas Michele Froment-Vedrine, kepala AFSSET yang dikutip detikINET dari Straitstimes, Jumat (4/1/2008).
(Detik)

Kedubes AS Luncurkan "Indonesian Fantastic Squad"

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia meluncurkan program kuis televisi “Indonesian Fantastic Squad” yang bertujuan untuk memotivasi generasi muda Indonesia berbahasa Inggris.

“Bahasa Inggris adalah bahasa dunia yang membuka banyak kesempatan,” kata Duta Besar AS untuk RI, Cameron Hume, di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis petang.


Menurut dia, jika ada lebih banyak anak Indonesia yang mampu berbahasa Inggris maka akan terbuka peluang yang lebih besar bagi generasi masa depan RI guna mengenal dunia.

Ia mengatakan belajar bahasa Inggris melalui kuis diharapkan dapat memberikan kesenangan bagi anak-anak sekolah.

Sementara itu perwakilan dari TV Consult –yang memproduksi program itu– Warid Wahid mengatakan bahwa program tersebut bertujuan untuk menginspirasi anak-anak sekolah belajar bahasa Inggris.

“Selama ini anak-anak sekolah yang tampil di televisi kebanyakan adalah para artis dan penyanyi, melalui kuis ini kami ingin anak-anak sekolah dengan kemampuan akademis tinggi juga dapat berkesempatan tampil di televisi,” katanya.

Lagi pula, tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan masyarakat dunia.

Program tersebut diikuti oleh 16 orang siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) yang telah menyingkirkan lebih dari 100 pesaing mereka dari seluruh Indonesia dalam audisi yang dilakukan di empat kota besar, yaitu Banda Aceh, Makasar, Jakarta dan Bali.

Para peserta akan diuji kemampuannya berbahasa Inggris dalam menjelaskan sejarah, budaya dan peradaban Indonesia dan Amerika Serikat. Jadi bukan sekedar ketrampilan berbahasa Inggris yang diperlukan, namun juga kemampuan analisis dan konsep berpikir serta upaya memecahkan masalah.

Program yang dijadwalkan berlangsung sebanyak 32 episode tersebut akan ditayangkan di TVRI mulai 6 Januari pukul 20.00-21.00 WIB. Program tersebut diklaim sebagai kuis berbahasa Inggris pertama yang tayang di televisi nasional.

Para pemenang akan memperoleh hadiah berupa perjalanan wisata ke sejumlah kota di AS.
(Antara)

Bohlam Super Hemat Energi Ditemukan

Bohlam lampu model baru sedang dikembangkan. Bohlam ini dijamin akan lebih efisien, lebih tepatnya super efisien. Efisiensi daya ini dihasilkan dari penggunaan Light Emitting Diodes (LED) yang dimodifikasi sedemikian rupa oleh ilmuwan dari Glasgow University menjadi lebih hemat energi.


Proyek yang dikerjakan bareng dengan Institute of Photonics dari University of Strathclyde ini meliputi pembuatan lubang mikro pada permukaan LED untuk meningkatkan cahaya yang dipancarkan. Proses ini disebut dengan nano-imprint lithography. Well, sebuah proyek yang bagus dari Glasgow.
(RileksCOM)

Dinosaurus Terberat Asia Ditemukan di China

Para ilmuwan di China mengumumkan bahwa mereka telah menggali fosil dinosaurus terberat di Asia, yang ditemukan di provinsi Henan, bagian tengah China.

Fosil yang ditemukan di kawasan antara kotapraja Santun dan Liudian, kabupaten Ruyan, tersebut memiliki berat badan yang luar biasa, diidentifikasi sebagai dinosaurus terberat di Asia, kata Wu Guochang, pakar dari departemen sumber daya alam di provinsi Henan


Dinosaurus itu berukuran panjang 18 meter dan sakrumnya — bagian tulang belakang sebelah bawah — membuatnya lebih lebar dari fosil dinosaurus yang digali di Gansu tahun silam, yang mana kemudian diidentifikasi sebagai dinosaurus terberat di Asia, kata Wu.

Wu mengatakan, para ilmuwan menduga tanah tempat fosil yang digali itu terbentuk dalam Era Cenozoic, yang telah berusia 65 juta tahun.

Para penduduk lokal biasanya menggali apa yang mereka sebut “tulang-belulang naga” yang digunakan sebagai obat-obatan tradisional China.

Para ilmuwan meneliti “tulang-belulang naga” itu dan mengidentifikasinya sebagai fosil dinosaurus yang hidup antara 85-100 juta tahun silam dalam zaman batu di Era Mezozoik.

“Dinosaurus itu memakan tumbuh-tumbuhan dan fosil itu sangat awet,” kata Wu.

Para ilmuwan dari museum geologi provinsi Henan dan Akademi Ilmu Geologi China menghabiskan waktu dua tahun untuk menggali dan meneliti fosil itu, dan penemuan tersebut diminati oleh para ilmuwan dari AS, Inggris, Jerman dan Jepang.

Penemuan itu sangat penting untuk riset, distribusi geologi, migrasi dan perkembangan spesis dinosaurus ini, kata Dong Zhiming, ilmuwan dari Institute of Vertebrate Paleontology and Palaeoanthropology pada Akademi Sains China, demikian Xinhua.
(Antara)

Kosakata di buku pembelajaran bahasa Inggris Sekolah

Bahasa merupakan satu hal paling penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain untuk bertahan hidup. Tak satupun manusia yang bisa hidup sendiri. Bagaimana dengan Tarzan? Ah.. itu hanya karangan fiksi sebagai pengantar tidur anak- anak kita. Kalaupun anda bicara tentang Romus dan Romulus dari Italia yang mendirikan kota Roma yang konon di asuh serigala, mereka hanya mampu berbicara dengan srigala “pengasuhnya” dan ini juga secara tidak langsung mengatakan bahasa berperan sebagai alat untuk bertahan Romus dan Romulus di tengah hutan penuh serigala.


Bahasa sendiri meupakan sebuah kesatuan yang dibentuk dari berbagai unsur dan elemen yang dikenal sebagai Components( komponen) dan skills(keahlian). Components disini berarti sebagai element pembentuk suatu bahasa dan secara singkat nya merupakan dasar yang harus dicapai / dikuasai sebelum menuju kemampuan/ keahlian berbahasa. Ditahap ini, peserta pembelajaran harus menguasai 3 unsur dasar, yaitu Vocabulary (kosakata), Pronunciation(pelafalan) dan Grammar/ Structure (Struktur kalimat). 3 komponen ini merupakan basic untuk menuju tahapan berikutnya yang merupakan skills. Skills sendiri terdiri dari 4 unsur yang membentuknya yaitu Reading, Speaking, Listening dan Writing. Keempat skills ini merupakan indikator yang jelas untuk melihat kemampuan anak berbahasa khususnya bahasa inggris.

Di indonesia, merupakan tren disaat ini untuk mencatumkan -bagi sebagian besar Sekolah Dasar- pelajaran bahasa inggris sebagai muatan lokal yang artinya para anak didik tadi harus mempelajari Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran “yang dipilihkan” dan harus mereka pelajari seperti mata pelajaran lain. Para praktisi pendidikan beranggapan bahawa inggris merupakan salah satu bahasa yang paling penting karena beberapa faktor yang dominan seperti literatur berbagai ilmu pengetahuan yang umumnya berbahasa inggris, dan hal yang paling sederhana adalah buku petunjuk penggunaan alat electronic yang selalu memakai bahasa inggris.

Buku sendiri merupakan hal paling penting dalam pembelajaran. Bahkan ada penerbit yang memakai motto B – B = 0 yang artinya belajar tanpa buku sama dengan nol. Mungkin beberapa dari kita akan berpikir, ah itu hanya motto agar buku mereka laku keras dipasaran. Itu tak sebenarnya betul, kalau kita mau memahami makna yang lebih mendalam dan tidak hanya melihat surfacenya saja pasti kita akan bisa bayangkan anak- anak hanya belajar di sekolah saja yang notabene waktunya hanya seperempat dari keseluruhan waktu mereka sehari dan itu dikarenakan mereka tidak mempunyai buku yang menunjang ataupun sebagai “guru” ketika mereka belajar ataupun mengulang pelajaran yang akan mereka pelajari besok.

Pemerintahpun tidak menutup mata akan pentingnya hal ini. Setelah Biaya Operasional sekolah diterapkan di tahun 2004 untuk membantu siswa pendidikan dasar (SD dan SMP) di tahun 2007 untuk biaya pendidikan khususnya berbagai macam iuran yang ada di pendidikan dasar, pemerintah menurunkan anggaran pendidikan kedua yang berfungsi membantu siswa tidak mampu untuk pengadaan buku yang lebih dikenal dengan nama BOS buku (Biaya opoerasional sekolah untuk buku).

Bermunculannya berbagai macam penerbit buku dari A sampai Z yang mempromosikan buku mereka dan memberikan berbagai bonus mulai study banding ataupun study tour buat para pengajar ke berbagai tempat yang diyakini sebagai tempat bagus untuk mencari tambahan ilmu dan teknik baru yang mungkin cocok diterapkan disekolah mereka masing- masing juga merupakan salah satu strategi pemasaran baru untuk mencapai target penjualan penerbit. Para penerbit seolah berlomba memasarkan buku mereka dan ini tentu saja akan menambah berat beban pendidik kita untuk memilah dan memilih buku yang layak dengan kebutuhan para peserta didiknya.

Untuk sekolah Dasar sendiri, merupakan pasar yang menarik karena jumlah peserta didik yang diatas kertas berjumlah lumayan besar dan ini berarti juga merupakan keuntungan yang berlipat juga bagi penerbit. Mulai buku yang sifatnya buku penunjang pokok sampai dengan buku kerja yang istilah nya Lembar Kerja Siswa (LKS) menyerbu seluruh Sekolah Dasar.

Berbagai jenis dan tatanan buku yang masuk ke sekolah pada umumnya sudah mencakup pada seluruh komponen dan skills yang harus dikuasai siswa ditingkat tertentu, tetapi pada umumnya penekana itu terlihat secar merata. Artinya tidak ada satu komponen atau skill yang harus dikuasaai lebih dahulu. Semua komponen dan skills harus dikuasai secara bersama- sama. Semua siswa tanpa terkecuali harus mempelajari speaking dan vocabulary atau yang lain dalam waktu yang bersamaan walaupun yang dimaksud speaking disini adalah sebuah kalimat yang sangat sederhana. Anda bisa membayangkan bagaiman susahnya anak SD untuk melafalkan berbagai kata yang menyusun kalimat secara benar dan “harus” sama dengan pelafalan native (orang Inggris asli) tanpa mengindahkan bahwa orang Indonesia punya cengkok khusus yang sangat sulit menghilangkannya.

Sering kita temui anak- anak kita yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar menuliskan angka satu dalam bahasa inggris dengan kata “wan” yang jelas sekali terlihat betapa lemahnya penguasaan mereka terhadap vocabulary yang harusnya mereka paham pelafalan dan bagaimana ejaan yang sesuai.

Sangatlah penting untuk berkoreksi diri dan melihat serta mencermati segala sesuatu. Ketika anak melakukan kesalahan- yang mungkin bagi sebagian besar guru- fatal, tidaklah salah jika kita melihat pokok persoalannya. Dimana salahnya? Pasti kita akan secara jelas mengatakan kemampuan kosakata tidak hanya dalam pemahaman arti kata tapi juga dalam penulisan kosakata yang benar dan penggunaanya.

Buku penunjang pokok maupun lembar kerja siswa pada umumnya memuat keseluruhan pokok materi baik komponen maupun skill tanpa adanya pembagian yang khusus mana yang harus didahulukun. Semuanya diberikan secara terintegral dan secara implisit menyiratkan guru harus memilih sendiri materi yang diperlukan.

Kosakata sendiri diberikan secara monoton- selalu sama cara dan penggunaannya- dari satu bab ke bab yang selanjutnya. Penulis dan penerbit cenderung menggunakan gambar dan setelah itu meminta siswa menjodohkan kata dan artinya.

Yang patut dipertimbangkan disini ialah tingkat kebosanan siswa yang selalu mendapatkan kosakta dengan cara yang cenderung stagnan dari bab ke bab dan bahkan ada beberapa buku yang mencantumkan gambar dengan keterangan tulisan yang berbeda antara satu gambar dengan gambar lain. Tidak ada pembedaan mana gambar plural ataupun singular. Semuanya ditulis berdasarkan gambar. Bahkan ada beberapa buku yang langsung menuliskan kosakata langsung berintegral dalam kalimat sederhana. Padahal dalam laporan hasil pembelajaran ada beberapa aspek yang harus dinilai. Bagaimana kita sebagai tenaga pengajar mampu menilai tiap aspek jika unsur penilaiannya dibuat terintegral tanpa adanya pembagian yang jelas?

Masalah akan semakin kompleks ketika pengajar bahasa inggris di tingkat Sekolah Dasar cenderung “menurut” terhadap buku yang artinya 'kemarin saya mengajar halaman sekian dan untuk pertemuan berikutnya harus ke halaman berikutnya.' Ini menandakan ketidakmampuan pengajar untuk memilih dan memilah mana yang harus diberikan dan mana yang harus menunggu untuk diberikan.

Waktu yang diberikan untuk muatan lokal sendiri hanya 2×35 menit dalam satu minggu yang artinya dalam satu minggu siswa hanya mendapat kan watu 70 menit untuk mempelajari berbagai komponen dan skill dalam bahasa inggris. Dalam waktu yang sepersekian jam itu para siswa SD dituntut untuk mampu menuliskan melafalkan ataupun mengubah sebuah kata sederhana bahasa inggris kedalam sebuah kalimat sederhana dengan susunan yang tepat.

Kebijakan pemerintah yang cukup memberikan angin segar dewasa ini ialah pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran yang secara bebas bisa didefinisikan guru bisa mengembangkan berbagai materi yang sesuai dengan lingkungan sekitar dan sekaligus penilaianya. Guru berubah menjadi tokoh sentral untuk mengembangkan berbagai indikator untuk mencapai kompetensi dasar tertentu. Jadi dalam hal ini, peran guru bahasa inggris untuk memilih dan memilah mana yang harus diajarkan dan mana yang harus menunggu untuk diajarkan merupakan kunci sukses siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris.
(Sumber)

Nilai Impor November 2007 Meningkat 20,45 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS), di Jakarta, Rabu, mengumumkan nilai impor selama November 2007 meningkat sebesar 20,45 persen dibanding Oktober 2007 yaitu mencapai 7,54 miliar dolar AS dari sebelumnya 6,26 miliar dolar AS.

Impor migas dan nonmigas masing-masing mengalami peningkatan sebesar 35,22 persen dan 14,56 persen menjadi 2,414 miliar dolar AS dan 5,123 miliar dolar AS.


Peningkatan impor migas disebabkan karena meningkatnya impor minyak mentah dan hasil minyak masing-masing sebesar 158,5 juta dolar AS (21,18 persen) dan 463,8 juta dolar AS (45,51 persen).

Total nilai impor Indonesia selama periode Januari-November 2007 mencapai 67,568 miliar dolar AS atau meningkat 20,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 56,097 miliar dolar AS.

Selama periode Januari-November 2007, impor migas naik 10,93 persen menjadi 19,47 miliar dolar AS sedangkan impor nonmigas mengalami kenaikan 24,93 persen menjadi 48,10 miliar dolar AS.

Impor terbesar terjadi pada golongan mesin/ pesawat mekanik dengan nilai 8,57 miliar dolar AS atau meningkat 17,81 persen dari total impor nonmigas.

Berdasarkan penggunaan barang, impor barang konsumsi selama Januari-November 2007 mengalami peningkatan paling tinggi yaitu 39,46 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan impor yang terjadi pada kelompok barang modal sebesar 21,01 persen dan impor bahan baku/ penolong meningkat 18,43 persen.

Negara pemasok barang impor non migas Indonesia terbesar adalah Cina dengan nilai 7,28 miliar dolar AS dengan pangsa 15,13 persen, Jepang 5,98 miliar dolar AS (12,43 persen), Amerika Serikat 4,33 miliar dolar AS (9 persen).

Meski nilai impor mengalami kenaikan, namun BPS mencatat surplus perdagangan yang cukup tinggi yaitu mencapai 2,27 miliar dolar AS pada November 2007, atau 35,50 miliar dolar AS pada Januari-November 2007. Selama 11 bulan pertama 2007, ekspor mencapai 103,07 miliar dolar AS.
(Antara)

Obat Tradisional Tidak Jamin Sembuhkan Diabetes Mellitus

Pengobatan dengan meminum beragam obat tradisional dan menggunakan berbagai metode non konvensional lainnya tidak menjamin dapat menyembuhkan penyakit Diabetes Mellitus (DM).

“Hingga sekarang masih belum terbukti secara medis dari berbagai penelitian bahwa terdapat sejumlah obat tradisional seperti jamu-jamuan tertentu yang dapat menyembuhkan penyakit diabetes,” kata Dr Salim Lim, SpPD, dalam diskusi tentang Diabetes Mellitus di Jakarta, Rabu.


Salim menuturkan, kekurangan dalam berbagai obat tradisional adalah kerap tidak mencantumkan efek samping yang dialami orang yang meminum obat tertentu.

Selain itu, ujar dia, berbagai metode non-konvensional seperti berendam di air belerang juga tidak akan menyebabkan orang sembuh dari DM.

“Berendam di air belerang tersebut mungkin dapat mengobati luka di tubuh seseorang yang sukar sembuh karena mengidap diabetes, tetapi tidak menyembuhkan diabetes orang tersebut,” kata Salim.

Ia memaparkan, bila seseorang divonis menderita DM, maka pertama kali gaya hidupnya akan dicoba untuk dimodifikasi antara lain dengan mengatur pola makannya dengan diet (misalnya mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat) dan memperbanyak aktivitas fisik seperti olahraga.

Salim yang berpraktek di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading itu mengemukakan, pentingnya aktivitas fisik tersebut karena umumnya orang yang menderita DM adalah mereka yang kelebihan berat badan.

“Berdasarkan metode BMI (Indeks Berat Badan), maka berat badan yang ideal bagi lelaki adalah tinggi badannya dalam sentimeter dikurangi 100, sedangkan yang perempuan adalah sama, tetapi dikurangi lagi dengan sepersepuluh dari hasil pengurangan sebelumnya,” katanya.

Bagi penderita DM yang sudah parah, maka pengobatannya bisa berkisar antara pemberian obat antidiabetik hingga pemberian injeksi insulin ke dalam tubuh.

Salim juga menjelaskan, terdapat dua tipe pemeriksaan gula darah, yaitu pemeriksaan dengan puasa sebelumnya, dan pemeriksaan sewaktu atau tidak puasa sebelumnya.

“Orang dapat dikatakan terkena penyakit diabetes bila hasil pemeriksaan kadar gula darah dengan puasa menunjukkan angka diatas 126, dan yang sewaktu tidak puasa menunjukkan angka di atas 200. Itu berdasarkan ketetapan American Diabetic Association,” katanya.
(Antara)